Sedangkan, untuk melakukan perubahan jadwal penerbangan (reschedule) tanpa dikenakan biaya tambahan, penumpang dapat menghubungi Contact Center Citilink di nomor 0804 1 080808 atau Customer Service Citilink di bandara terkait.
"Citilink menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami penumpang. Kami terus berupaya memberikan penanganan terbaik bagi penumpang selama periode penyesuaian ini dan mengapresiasi pengertian serta kerja sama seluruh penumpang selama situasi berlangsung."
Sebagai informasi, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melaporkan sebanyak sekitar 1.397 penerbangan dengan total 177.579 penumpang masih terdampak penutupan sementara sejumlah bandara sejak Minggu (6/9/2026) kemarin hingga Senin (7/9/2026), imbas abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
Sementara itu, bandara lain yang penerbangannya terdampak akibat penyesuaian rute tercatat 922 penerbangan dengan sekitar 92.758 penumpang terdampak.
Dengan demikian, sekitar 2.300 penerbangan dan 270.337 penumpang terdampak. Data tersebut merupakan akumulasi dampak operasional sejak 5 September 2026 dan mencakup penerbangan yang mengalami pembatalan, penundaan, maupun pengalihan.
"Kementerian Perhubungan terus melakukan koordinasi dengan maskapai dan pengelola bandara untuk menangani dampak terhadap penumpang serta memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan sesuai ketentuan," ujar Dudy dalam keterangannya, Senin (7/9/2026).
Dudy mengatakan, hingga pemantauan kondisi operasional pada Senin (7/9) pukul 09.00 WIB, bandara yang terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih akan ditutup hingga pukul 18.00 waktu setempat.
Bandara tersebut yaitu Bandara Soekarno-Hatta, Banten berdasarkan NOTAM A3373/26 NOTAMR A3368/26; Bandara Radin Inten II, Lampung; Bandara Budiarto, Banten; Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta; Bandara Pondok Cabe, Banten; Bandara Muhammad Taufiq Kiemas, Lampung; Bandara Husein Sastranegara, Jawa Barat.
(ibn/ell)





























