Data Tenaga Kerja AS: Direkrut Restoran, Dipecat Gara-gara AI
Redaksi
07 September 2026 10:51

Bloomberg Technoz, Jakarta - Data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) pada Agustus mengejutkan banyak pengamat dan ekonom. Penciptaan lapangan kerja non-pertanian (non-farm payrolls) yang menjadi indikator data tenaga kerja AS bertambah 162 ribu, jauh di atas ekspektasi pasar yang hanya 55 ribu.
Secara sekilas, data tenaga kerja tersebut menunjukkan bahwa pasar kerja AS masih kuat. Namun jika ditelisik lebih dalam, maka bertambahnya lapangan kerja itu ditopang leh sektor leisure and hospitality dengan tambahan 62 ribu pekerjaan. Sementara, sektor-sektor yang lebih dekat dengan ekonomi digital, teknologi informasi, media, dan keuangan justru mengalami kontraksi.
Dalam sektor leisure and hospitality yang menyumbang pembukaan lapangan kerja secara dominan itu termasuk food service and drinking places alias restoran dan tempat minum, dengan tambahan pekerjaan sebanyak 59 ribu pekerjaan. Angka tersebut hampir lima kali lipat dibanding rata-rata kenaikan bulanan sektor itu dalam 12 bulan sebelumnya yang hanya sekitar 12 ribu.
"Pemutusan kerja sementara menurun, kehilangan pekerjaan permanen hanya meningkat secara moderat, sementara tingkat pekerja menganggur yang berhasil mendapatkan pekerjaan tetap mendekati rata-rata beberapa bulan terakhir," sebut Anna Wong, Ekonom Bloomberg Economics.
Besarnya sumbangan sektor leisure and hospitality mencerminkan adanya pergeseran lapangan kerja di AS. Sebab restoran, tempat hiburan, dan jasa akomodasi saat ini jadi sumber terbesar penciptaan lapangan kerja, sementara sektor teknologi informasi dan keuangan justru mulai mengurangi tenaga kerja.































