Saham NASI pun telah melesat 31,3% dalam dua bulan perdagangan. Bahkan sempat mencapai level tertingginya di level Rp167/saham pada 1 September.
Namun berbeda halnya dengan arah harga saham, fundamental operasional NASI pada semester I-2026 masih lemah dan penuh tantangan, utamanya menyoal penurunan penjualan lebih dari 50%.
Harga Beras Mahal
Berdasarkan pantauan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) harga beras secara nasional sedang dalam tren naik. Baik itu beras super I, super II, dan medium II.
Harga beras kualitas super I dan beras kualitas super II hari ini tercatat masing-masing Rp17.850/kg dan Rp17.300/kg. Meningkat masing-masing 0,26% dan 0,29% dibandingkan harga sehari sebelumnya.
Selanjutnya, beras kualitas medium II naik 0,31% menjadi Rp16.350/kg. Sedangkan harga beras kualitas medium I tetap yang berada pada Rp16.550 per kilogram.
Harga beras di tingkat Papua dan Kalimantan Tengah pun melejit lebih mahal dibanding sejumlah provinsi lainnya, menembus Rp19.200/kg dan Rp19.900/kg masing–masing.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga beras selama delapan bulan ini tercatat terus mengalami kenaikan tiap bulannya. Pada Agustus, harga beras di tingkat penggilingan masih mencatat kenaikan 1,32%. Begitu juga di tingkat grosir dan eceran yang masing-masing naik 0,80% dan 0,42%.
Hal ini sekaligus menjadikan tren kenaikan harga beras sejak awal tahun. Sepanjang 2026, beras selalu memberi andil penyumbang inflasi. Bulan lalu, beras menjadi penyumbang inflasi kategori volatile food bersama daging ayam ras dan cabai rawit.
(fad/aji)































