Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Singapura masih menjadi negara pemasok migas terbesar bagi Indonesia. Sepanjang Januari-Juni, nilai impor migas dari Negeri Singa mencapai US$ 5,12 miliar.
Sepanjang periode tersebut, nilai impor migas Indonesia adalah US$ 17,44 miliar. Jadi, porsi impor migas dari Singapura sudah memakan pangsa pasar hampir 30%.
Di posisi kedua ada Malaysia. Nilai impor migas dari Negeri Harimau Malaya sepanjang semester I-2026 adalah US$ 3,58 miliar.
Menyusul di posisi ketiga ada Amerika Serikat (AS). Nilai impor migas Indonesia dari Negeri Paman Sam adalah US$ 1,44 miliar sepanjang enam bulan pertama 2026.
Dari Eropa, BPS belum mencantumkan Rusia sebagai salah satu negara penyuplai migas ke Indonesia. Total nilai impor migas Indonesia dari Uni Eropa adalah US$ 230,5 juta sedangkan negara-negara Eropa lainnya di US$ 663,65 juta.
Berikut negara-negara Eropa yang menjadi asal impor migas terbesar Indonesia pada semester I-2026,di mana Rusia masih absen:
-
Jerman (US$ 4,19 juta).
-
Belanda (US$ 2,63 juta).
-
Prancis (US$ 2,49 juta).
-
Swedia (US$ 1,32 juta).
-
Belgia (US$ 671.800).
-
Italia (US$ 148. juta).
-
Spanyol (US$ 65,73 juta).
-
Finlandia (US$ 3.700).
-
Eropa lainnya (US$ 663,65 juta).
(aji)




























