Pembelian lebih lanjut mungkin akan menyusul, termasuk oleh perusahaan penyulingan swasta raksasa Reliance Industries Ltd, tambah mereka, sembari meminta tidak disebutkan nama mereka karena sensitivitas masalah ini.
IOC dan Reliance belum segera menanggapi permintaan komentar secara terpisah.
Perusahaan milik negara China, PetroChina Co, baru-baru ini membeli jutaan barel minyak mentah dari Arab Saudi, Irak, dan Uni Emirat Arab di pasar spot.
Para pembeli juga telah mendatangkan minyak dari wilayah yang jauh seperti Brasil, Kanada, dan Argentina, sementara sebagian minyak mentah Forties dari Inggris sedang dikirim ke Sinochem milik China. Meningkatnya tingkat operasional kilang turut mendorong permintaan akan bahan baku minyak mentah tersebut.
Meski volume pembelian masih di bawah level sebelum perang, lonjakan permintaan kargo memberikan tekanan kuat pada harga minyak mentah Timur Tengah.
Minyak Murban dari Abu Dhabi diperdagangkan dengan premi lebih dari US$30 per barel dibandingkan Dubai untuk pengiriman ke Asia Timur, kata para trader. Angka tersebut setidaknya US$10 lebih tinggi daripada biaya pengiriman minyak West Texas Intermediate (WTI) dari AS.
Pasokan tetap terbatas, sehingga harga rentan mengalami kenaikan lebih lanjut. Setidaknya dua perusahaan penyulingan India mengalami penundaan pengiriman kargo Agustus hingga ke September atau Oktober.
Para trader kini memantau potensi dampak lanjutan, seiring munculnya bukti bahwa serangan terhadap kapal tanker pada akhir bulan lalu telah menghambat pasokan.
Sekitar 6 juta hingga 8 juta barel minyak mentah Timur Tengah mengalir melalui Selat Hormuz pekan lalu, meski serangan baru-baru ini di jalur perairan tersebut kemungkinan telah mengurangi volume pengiriman. Blokade AS juga telah membatasi pengiriman minyak Iran ke China.
Data pelacakan kapal tanker yang dikompilasi oleh Bloomberg, Vortexa, dan Kpler menunjukkan bahwa ekspor minyak mentah yang tercatat dari Arab Saudi—eksportir terbesar di dunia—telah anjlok ke level terendah dalam catatan yang mencakup periode sejak awal 2017.
(bbn)































