Sumber: Tim Riset Bloomberg Technoz, Mirae Asset Sekuritas
Aksi jual besar-besaran bertepatan atas beredarnya kabar gangguan pengiriman batu bara dari Kalimantan Tengah akibat pendangkalan dan kekeringan Sungai Barito imbas fenomena El Niño. Emiten-emiten Grup Adaro diketahui memiliki portofolio pertambangan di Kalimantan Selatan. Perusahaan juga menggunakan Sungai Barito sebagai jalur distribusi.
Sungai Barito, yang menjadi jalur pelayaran kapal tongkang pengangkut batu bara, mengalami pendangkalan dan kekeringan akibat fenomena El Niño. Kondisi tersebut membuat kedalaman sungai menurun dan berpotensi membatasi pergerakan batubara dari lokasi tambang menuju terminal ekspor.
Berdasarkan laporan Argus Media penerbit independen yang memberikan informasi hingga data akurat menyebut, sejumlah produsen bahkan menyatakan force majeure atas pengiriman akibat rendahnya permukaan air Sungai Barito. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran terhadap ketersediaan dan kelangsungan ekspor jika periode kering akibat El Niño berlangsung lebih panjang.
(fad/aji)




























