Untuk menekuni profesi sebagai pengelas bawah air, seseorang umumnya tidak cukup hanya menguasai teknik pengelasan. Kemampuan menyelam secara profesional juga menjadi bagian penting dari pekerjaan tersebut.
Seorang underwater welder perlu memiliki sertifikasi yang sesuai dengan bidang penyelaman profesional. Di sisi lain, kemampuan mengelas juga harus didukung dengan pelatihan serta sertifikasi pengelasan yang relevan.
Kombinasi dua kompetensi tersebut membuat underwater welder menjadi tenaga kerja dengan keahlian khusus. Tidak semua penyelam mampu melakukan pengelasan, begitu pula tidak semua tukang las memiliki kemampuan bekerja dalam lingkungan bawah air.
Kondisi kerja yang dihadapi juga membuat profesi ini membutuhkan kesiapan fisik dan mental. Pekerja harus terbiasa menjalankan tugas dalam lingkungan dengan tekanan air tinggi dan kondisi yang tidak selalu mudah diprediksi.
Beberapa kondisi yang dapat dihadapi underwater welder antara lain:
-
Bekerja di kedalaman puluhan hingga ratusan meter.
-
Menghadapi arus air yang kuat.
-
Bekerja dalam suhu air yang rendah.
-
Menghadapi jarak pandang atau visibilitas yang terbatas.
-
Beroperasi di bawah tekanan air yang tinggi.
-
Melakukan pengelasan menggunakan peralatan khusus.
Situasi tersebut membuat pekerjaan underwater welder tidak dapat dilakukan sembarangan. Keselamatan menjadi salah satu aspek utama yang harus diperhatikan sebelum dan selama pekerjaan berlangsung.
Teknik Pengelasan di Bawah Air
Dalam menjalankan tugasnya, underwater welder dapat menggunakan teknik pengelasan yang disesuaikan dengan kebutuhan proyek. Salah satu metode yang dikenal adalah wet welding.
Pada metode tersebut, proses pengelasan dilakukan secara langsung di dalam air. Peralatan yang digunakan dirancang secara khusus agar proses pembentukan busur listrik dapat berlangsung dalam kondisi bawah air dengan prosedur keselamatan yang sesuai.
Selain wet welding, terdapat metode dry welding. Teknik ini dilakukan dalam ruang kedap air atau lingkungan khusus yang memungkinkan proses pengelasan berlangsung dengan kondisi yang lebih terkontrol.
Salah satu fasilitas yang dapat digunakan dalam metode tersebut adalah hyperbaric chamber. Ruang khusus ini memungkinkan pekerja melakukan pengelasan dengan kondisi yang lebih mendekati lingkungan kering.
Dry welding biasanya dapat dipilih untuk pekerjaan yang membutuhkan tingkat presisi lebih tinggi. Metode tersebut dapat digunakan dalam proyek penting, termasuk pekerjaan yang berkaitan dengan infrastruktur energi.
Pemilihan teknik pengelasan bergantung pada kondisi pekerjaan, lokasi, kedalaman, jenis struktur yang diperbaiki, serta standar keselamatan yang diterapkan dalam proyek.
Dengan demikian, underwater welder bukan hanya membutuhkan kemampuan teknis mengelas. Mereka juga harus memahami karakteristik lingkungan bawah air serta prosedur kerja yang berlaku.
Risiko Tinggi Berbanding dengan Penghasilan
Besarnya penghasilan yang dapat diperoleh dari profesi underwater welder tidak terlepas dari tingkat kesulitan pekerjaannya. Lingkungan kerja yang ekstrem membuat tenaga dengan kemampuan khusus tersebut memiliki nilai yang relatif tinggi.
Menurut Salary Experts, rata-rata pendapatan underwater welder dapat mencapai sekitar Rp400 juta per tahun untuk posisi senior. Angka tersebut dapat berbeda berdasarkan pengalaman, lokasi kerja, jenis proyek, dan spesialisasi yang dimiliki.
Di sejumlah negara, pengelas bawah air berpengalaman yang menangani proyek lepas pantai juga berpotensi memperoleh penghasilan ratusan ribu dolar AS dalam setahun. Nilainya dapat mencapai sekitar Rp2 miliar per tahun atau lebih, tergantung kondisi pekerjaan dan pasar tenaga kerja setempat.
Namun, angka tersebut tidak berarti semua underwater welder otomatis memperoleh penghasilan sebesar itu. Besaran bayaran sangat bergantung pada tingkat pengalaman, sertifikasi, lokasi proyek, perusahaan, serta jenis pekerjaan yang ditangani.
Proyek lepas pantai, misalnya, dapat menawarkan kompensasi yang lebih tinggi karena memiliki tingkat kesulitan dan risiko yang lebih besar. Pekerja juga dapat harus berada jauh dari daratan dalam periode tertentu untuk menyelesaikan pekerjaan.
Risiko yang Mengintai
Di balik potensi penghasilan tinggi, underwater welder menghadapi berbagai risiko keselamatan. Lingkungan kerja yang berada di bawah permukaan air membuat kesalahan kecil dapat memiliki konsekuensi serius.
Salah satu risiko yang perlu diperhatikan adalah penyakit dekompresi atau decompression sickness. Kondisi tersebut berkaitan dengan perubahan tekanan yang dialami penyelam ketika berada di dalam air dan kembali ke permukaan.
Selain itu, pekerja juga dapat menghadapi risiko hipotermia akibat paparan air bersuhu rendah dalam waktu tertentu. Arus air, keterbatasan jarak pandang, serta kondisi lingkungan sekitar juga dapat menambah tingkat kesulitan pekerjaan.
Karena itu, prosedur keselamatan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pekerjaan underwater welder. Peralatan penyelaman, perlengkapan pengelasan, komunikasi, serta prosedur masuk dan keluar dari lingkungan kerja harus diperhatikan dengan serius.
Pekerjaan ini juga menuntut kemampuan untuk tetap fokus dalam situasi yang berbeda dari lingkungan kerja biasa. Pengelas harus mampu menjalankan tugas teknis sambil mempertahankan keselamatan diri di bawah air.
Mengapa Profesi Ini Tetap Dibutuhkan?
Meskipun memiliki risiko tinggi, underwater welder tetap dibutuhkan karena banyak infrastruktur penting membutuhkan pemeriksaan, perawatan, dan perbaikan secara berkala.
Industri energi menjadi salah satu sektor yang dapat membutuhkan tenaga pengelas bawah air. Anjungan minyak dan gas lepas pantai serta berbagai fasilitas pendukungnya memerlukan pemeliharaan agar dapat terus beroperasi.
Sektor transportasi laut juga memiliki kebutuhan serupa. Kapal dan struktur maritim lainnya terkadang membutuhkan pekerjaan yang harus dilakukan langsung di bawah permukaan air.
Selain itu, bendungan dan fasilitas pembangkit listrik dapat memiliki komponen yang membutuhkan pemeriksaan maupun perbaikan di area terendam. Dalam kondisi tertentu, pekerjaan tersebut tidak dapat dilakukan tanpa tenaga yang memiliki kemampuan menyelam sekaligus mengelas.
Kebutuhan tersebut membuat profesi underwater welder tetap memiliki peran dalam berbagai industri. Keahlian yang tergolong langka menjadi salah satu alasan tenaga profesional di bidang ini dapat memperoleh kompensasi yang lebih tinggi.
Namun, tingginya potensi penghasilan juga harus dipertimbangkan bersama tuntutan pekerjaan. Profesi ini membutuhkan pelatihan, sertifikasi, pengalaman, kondisi fisik yang memadai, serta kepatuhan terhadap prosedur keselamatan.
Jadi, peluang mendapatkan gaji tinggi tanpa gelar sarjana memang dapat ditemukan pada profesi tertentu. Underwater welder menjadi salah satu contohnya, tetapi penghasilan tersebut dibayar dengan tuntutan keterampilan dan risiko kerja yang tidak ringan.
Bagi seseorang yang tertarik memasuki bidang ini, kemampuan pengelasan saja tidak cukup. Pemahaman mengenai penyelaman profesional dan keselamatan kerja juga menjadi bagian penting sebelum terjun ke proyek bawah air.
Pada akhirnya, underwater welder menunjukkan bahwa dunia kerja tidak selalu hanya menilai seseorang berdasarkan gelar pendidikan. Dalam profesi yang sangat spesialis, keterampilan langka, sertifikasi, pengalaman, dan kemampuan menghadapi kondisi kerja ekstrem juga dapat menjadi faktor utama dalam menentukan nilai seorang tenaga profesional.
(seo)





























