Akuisisi Hugging Face akan menjadi langkah terbesar sejauh ini dalam upaya CEO Jensen Huang untuk memperluas adopsi artificial intelligence (AI) dan memperluas daftar pelanggannya. Kesepakatan tersebut akan memberikan Nvidia kendali atas salah satu platform utama tempat para developer memamerkan dan berbagi model AI.
Jensen Huang berkomitmen untuk membantu mengembangkan apa yang disebut model open source guna menghindari dominasi AI oleh teknologi dari beberapa perusahaan besar — perusahaan-perusahaan yang saat ini memberikan porsi terbesar dari pendapatannya, namun juga sedang gencar mengembangkan proyek chip mereka sendiri.
Nvidia telah menjadi salah satu investor Hugging Face, bersama dengan Google, Alphabet Inc., Amazon.com Inc., Intel Corp., dan Salesforce Inc., di antara lainnya.
Didirikan pada tahun 2016, Hugging Face mengoperasikan platform untuk berbagi model AI yang dapat digunakan secara gratis oleh pihak lain. Startup ini dengan valuasi US$4,5 miliar dalam putaran pendanaan tiga tahun lalu. Negosiasi Nvidia dengan perusahaan tersebut sebelumnya dilaporkan oleh Business Insider.
Hugging Face, yang mengembangkan perangkat software AI dan menyediakan layanan hosting untuk perusahaan lain, menjadi pusat insiden keamanan siber di mana sebuah model yang sedang diuji oleh OpenAI secara tidak sengaja meretas platform tersebut. Insiden tersebut memicu kekhawatiran mengenai keamanan teknologi AI mutakhir.
OpenAI menyatakan bahwa mereka seharusnya bisa bereaksi lebih cepat untuk mencegah serangan terhadap sistem Hugging Face.
Nvidia telah menandatangani beberapa kesepakatan dalam setahun terakhir, termasuk perjanjian lisensi bernilai US$6 miliar pada bulan Agustus dengan startup Poolside yang mencakup penawaran pekerjaan kepada banyak karyawan perusahaan tersebut. Nvidia juga membayar sekitar US$20 miliar untuk sebagian besar saham startup chip Groq.
Nvidia, perusahaan termahal di dunia dari sisi valuasi, adalah produsen terkemuka akselerator AI, yaitu chip yang membantu melatih dan mengoperasikan model. Nvidia sendiri secara bertahap telah menambahkan berbagai teknologi lain, termasuk perangkat lunak, dengan tujuan memperluas ekonomi AI.
Perusahaan yang berbasis di Santa Clara, California, AS ini pekan lalu merilis proyeksi penjualan yang sangat kuat untuk tahun fiskal 2028, dengan menyatakan bahwa pendapatan akan tumbuh sekitar 70%.
(bbn)

































