Dihubungi terpisah, ekonom Center of Reform on Economics (Core) Yusuf Rendy Manilet juga memproyeksi harga keekonomian Pertamax berada di kisaran Rp16.700—Rp16.800/liter.
Taksasi tersebut memperhitungkan asumsi harga minyak mentah dunia dan kurs pada periode acuan, biaya distribusi, penyimpanan, margin keuntungan, serta pajak yang berlaku.
“Artinya, dengan harga Pertamax yang masih Rp15.950/liter, ada selisih sekitar Rp750—Rp900/liter yang secara ekonomi belum tecermin dalam harga jual,” kata Yusuf ketika dihubungi, Selasa (1/9/2026).
Adapun, PT Pertamina Patra Niaga (PPN) buka suara ihwal kenaikan harga BBM jenis bensin nonsubsidi Pertamax Turbo dan diesel Dex Series per 1 September 2026.
VP Corporate Communication PPN Kitty Andhora menyatakan penyesuaian harga dilakukan dengan mengacu pada formula yang ditetapkan pemerintah, serta turut mempertimbangkan sejumlah indikator.
Dia menjelaskan sejumlah indikator yang dipertimbangkan a.l. harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, pajak, serta faktor relevan lainnya termasuk tingkat daya beli masyarakat pengguna BBM.
Dia memastikan penyesuaian harga sejumlah produk BBM nonsubsidi dilakukan pada Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite mulai 1 September 2026 pukul 00.00 WIB.
"Hal ini dilakukan dengan memperhatikan keekonomian, daya beli dan kondisi sosial masyarakat,” kata Kitty melalui siaran pers, Selasa (1/9/2026).
Pada periode penyesuaian 1 September, harga BBM RON 98 atau Pertamax Turbo ditetapkan naik Rp1.300/liter dari Agustus menjadi Rp19.600/liter.
Selain Pertamax Turbo, seluruh BBM jenis solar nonsubsidi atau Dex Series turut mengalami kenaikan harga dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Dexlite saat ini dibanderol Rp23.700/liter atau naik Rp4.000/liter dari bulan lalu, sedangkan Pertamina Dex Rp25.200/liter atau naik Rp4.050 dari Agustus.
Bensin nonsubsidi RON 92 atau Pertamax tidak mengalami penyesuaian harga pada 1 September 2026, alias tetap Rp15.950/liter.
Di sisi lain, bensin ramah lingkungan Pertamax Green 95 baru mengalami penyesuaian harga pada 2 September 2026 menjadi Rp19.150/liter alias naik Rp2.550 dari harga sehari sebelumnya di level Rp16.600/liter.
Harga BBM bersubsidi yakni Pertalite dan Biosolar tak mengalami penyesuaian harga, masing-masing dibanderol Rp10.000/liter dan Rp6.800/liter.
Harga tersebut berlaku untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5%, seperti DKI Jakarta.
Sekadar informasi, penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan secara berkala setiap tanggal 1, mengacu pada Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis BBM Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.
(azr/wdh)





























