"Terutama didominasi impor mesin peralatan mekanik atau HS84 dengan sharenya 27,38% dan turun 15,39% secara c-to-c," jelasnya.
Adapun Jepang juga mengimpor kendaraan dan bagiannya dengan nilai sebesar US$0,99 miliar serta besi dan baja sebesar US$0,95 miliar.
Sementara, impor yang berasal dari Australia tercatat sebesar US$6,47 miliar dan berkontribusi sebesar 4,70% terhadap seluruh impor non-migas RI di sepanjang Januari hingga Juli 2026.
Impor dari Australia masih didominasi oleh logam mulia dan perhiasan/permata dengan nilai sebesar US$1,50 miliar atau berkontribusi sebesar 23,15% dengan share sebesar 23,15% terhadap total impor Australia ke Indonesia.
Serealia sebesar US$0,77 miliar dengan share terhadap impor sebesar 11,91% dan bahan bakar mineral sebesar US$0,73 miliar dengan kontribusi terhadap seluruh impor dari negara Kanguru ke RI tersebut sebesar 11,36%.
(prc/ell)































