Ia membeberkan IMF memproyeksikan pertumbuhan PDB global sebesar 3% pada tahun 2026, Bank Dunia memproyeksikan 2,5% pada tahun 2026, dan OECD memproyeksikan 2,8% untuk tahun 2026. Proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026 tersebut lebih rendah dari proyeksi sebelumnya.
Sementara, pertumbuhan ekonomi global di tahun 2027 diproyeksikan akan menunjukkan perbaikan namun tetap menghadapi berbagai risiko yang dapat menekan perekonomian global.
Sementara itu, perekonomian Indonesia menurut Purbaya tetap resilian dengan raihan pertumbuhan ekonomi pada semester I-2026 sebesar 5,46% yang didukung konsumsi domestik, meningkatkan investasi dan dukungan kebijakan pemerintah.
Ia mengatakan kebijakan fiskal dan APBN menjadi instrumen penting untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan mengujudkan kejahatan bagi seluruh rakyat Indonesia.
(ell)































