Logo Bloomberg Technoz

RKAB 2027 Dibuka Oktober, Kadin Minta Parameter Kuota Diumumkan

Azura Yumna Ramadani Purnama
28 August 2026 08:30

Sebuah truk pengangkut bijih mentah di tambang terbuka di California. (Fotografer: Joe Buglewicz/Bloomberg)
Sebuah truk pengangkut bijih mentah di tambang terbuka di California. (Fotografer: Joe Buglewicz/Bloomberg)

Bloomberg  Technoz, Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk membuka formula penetapan kuota produksi dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2027.

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Komunikasi, dan Pemberdayaan Daerah Kadin Erwin Aksa menyatakan transparansi formula penetapan volume RKAB dibutuhkan agar penambang dapat menyusun rencana bisnis yang lebih akurat.

“Kadin mengusulkan agar pemerintah sejak awal menyampaikan parameter atau formula penetapan volume RKAB secara transparan. Misalnya mempertimbangkan kapasitas produksi, kepatuhan perusahaan, kebutuhan domestik dan smelter, kondisi pasar, cadangan, serta kemampuan penyerapan ekspor,” kata Erwin ketiak dihubungi, Jumat (28/8/20260.


Selain hal tersebut, Erwin menyatakan pelaku usaha juga berharap terdapat kepastian waktu persetujuan.

Dia menegaskan RKAB merupakan dasar bagi penamabng untuk menentukan rencana produksi, kontrak penjualan, kebutuhan alat berat, tenaga kerja, pembiayaan hingga kewajiban kepada pembeli.