Logo Bloomberg Technoz

Kuwait & Qatar Turut Kerek Arus Minyak yang Lintasi Selat Hormuz

News
27 August 2026 17:20

Arus lalu lintas kapal di Selat Hormuz. (Bloomberg)
Arus lalu lintas kapal di Selat Hormuz. (Bloomberg)

Yongchang Chin dan Alex Longley - Bloomberg News

Bloomberg, Kuwait dan Qatar—dua produsen minyak berskala kecil di kawasan Teluk Persia—kini mengirimkan lebih banyak minyak mentah melalui Selat Hormuz, sehingga menambah peningkatan volume pengiriman yang turut menjaga stabilitas harga minyak global.

Kedua negara tersebut, yang sebelumnya mengekspor total 2 juta barel minyak per hari sebelum perang Iran pecah, kini berhasil memulihkan pengiriman hingga mencapai 70% dari tingkat sebelum konflik. Informasi ini disampaikan oleh para trader yang meminta identitas mereka dirahasiakan karena tidak memiliki izin untuk berbicara kepada media.


Uni Emirat Arab (UEA) adalah produsen Teluk pertama yang mengekspor minyak dalam volume besar melalui Selat Hormuz, dengan memanfaatkan metode pemindahan muatan antarkapal di Teluk Oman dalam taktik yang dikenal sebagai “shuttling”.

Langkah ini kemudian diikuti oleh Arab Saudi, yang terpaksa lebih mengandalkan jalur pelayaran tersebut untuk ekspor setelah Houthi mulai menargetkan kapal tanker di Laut Merah.