Logo Bloomberg Technoz

TikTok akan membayar US$300 juta terlebih dahulu dan tambahan US$100 juta setelah pengadilan mengeluarkan perintah untuk membatalkan putusan persetujuan sebelumnya terhadap Musical.ly, pendahulu TikTok. Departemen Kehakiman mengatakan penyelesaian ini merupakan salah satu yang terbesar dalam kasus yang melibatkan Children’s Online Privacy Protection Act (COPPA).

“Penyelesaian ini merupakan kemenangan besar bagi anak-anak dan orang tua di Amerika,” kata Associate Attorney General Stanley Woodward dalam sebuah pernyataan. “Prioritas departemen adalah memastikan anak-anak terlindungi di dunia maya dan perusahaan yang dipercaya menangani informasi pribadi mereka memenuhi kewajiban hukum. Penyelesaian ini memastikan pemulihan yang signifikan sekaligus memperkuat perlindungan yang diharapkan dan layak diterima keluarga.”

Departemen Kehakiman mengatakan bahwa sejak gugatan diajukan, TikTok telah mengalami perubahan signifikan dalam struktur kepemilikan dan kebijakan privasinya. Menurut pernyataan tersebut, perusahaan juga telah mengambil langkah untuk memperkuat perlindungan bagi pengguna muda dengan meningkatkan pengendalian terkait usia dan memperbesar pengawasan orang tua.

Selama lima tahun terakhir, TikTok dan ByteDance yang berbasis di Beijing menghadapi tarik-menarik geopolitik dan regulasi yang mengancam keberlangsungan platform tersebut di AS akibat kekhawatiran keamanan nasional. Presiden Donald Trump berupaya melarang aplikasi tersebut pada 2020 selama masa jabatan pertamanya, tetapi upaya itu terhambat oleh pengadilan.

Kongres AS mengesahkan undang-undang pada 2024 yang mengharuskan TikTok dilarang kecuali ByteDance menjual platform tersebut. Kebijakan itu didorong kekhawatiran bahwa pemerintah China dapat menyalahgunakan data pengguna AS atau menggunakan aplikasi tersebut untuk menyebarkan narasi yang disukai Beijing.

Setelah beberapa kali penundaan, pemerintahan Trump menengahi kesepakatan untuk mengatasi kekhawatiran keamanan nasional sekaligus memungkinkan aplikasi TikTok tetap beroperasi di AS. Kesepakatan tersebut rampung pada Januari dan mengalihkan sebagian bisnis TikTok di AS dari kendali ByteDance ke perusahaan TikTok baru yang dipimpin dan mayoritas dimiliki investor Amerika.

Entitas tersebut dipimpin Chief Executive Officer Adam Presser, veteran TikTok, dan bertanggung jawab melindungi data pengguna AS, memoderasi konten, serta mengamankan algoritma rekomendasi konten yang disewa dari ByteDance dan dilatih ulang menggunakan data dari pengguna TikTok di Amerika. Namun, sejumlah bagian bisnis yang paling bernilai—termasuk divisi periklanan TikTok dan bisnis e-commerce yang tumbuh pesat, TikTok Shop—tetap berada di bawah kendali ByteDance.

Oracle Corp., perusahaan ekuitas swasta Silver Lake Management LLC, dan perusahaan investasi yang berbasis di Abu Dhabi, MGX, merupakan tiga investor pengelola dalam entitas TikTok Amerika yang dipisahkan dari ByteDance. Ketiganya secara bersama-sama memiliki 50% saham entitas baru tersebut. Investor ByteDance yang sudah ada menguasai 30,1%, sementara ByteDance sendiri memiliki 19,9%. Oracle, yang sebelumnya telah menjadi mitra komputasi cloud TikTok, juga berperan sebagai semacam pengawas keamanan dengan tugas memastikan TikTok mematuhi hukum.

Meski banyak pihak menilai ByteDance dan China sebagai pemenang dalam perselisihan panjang TikTok dengan Washington, Trump menyebut kesepakatan tersebut sebagai kemenangan bagi pemerintahannya. Pemerintahan Trump dilaporkan menerima biaya US$10 miliar dari investor dalam entitas TikTok AS sebagai imbalan atas perannya dalam menengahi kesepakatan bernilai besar tersebut.

TikTok menghadapi ribuan gugatan dari pengguna terkait keselamatan anak dan privasi. Namun, kasus yang diajukan Departemen Kehakiman merupakan salah satu ancaman terbesar bagi perusahaan dari sisi privasi.

DOJ menuduh TikTok melakukan pelanggaran luas terhadap Children’s Online Privacy Protection Act (COPPA), bahkan setelah perusahaan mencapai kesepakatan dengan FTC pada 2019 terkait privasi anak.

Dalam kesepakatan 2019 tersebut, TikTok setuju membayar US$5,7 juta untuk menyelesaikan tuntutan FTC. Namun, dalam gugatan pada 2024, pemerintah AS menuntut denda hingga US$51.744 per pelanggaran per hari. Jika pemerintah meneruskan gugatan tersebut, total dendanya dapat mencapai ratusan juta dolar.

Meski TikTok menyelesaikan kasus dengan Departemen Kehakiman AS, perusahaan tersebut masih menjadi pusat berbagai sengketa besar lainnya terkait keselamatan anak. TikTok menjadi tergugat bersama Meta Platforms Inc., YouTube milik Google, dan Snap Inc. dalam gugatan di seluruh AS yang bertujuan meminta pertanggungjawaban perusahaan-perusahaan teknologi raksasa atas masalah keselamatan anak.

TikTok kini telah menyelesaikan sejumlah kasus individual terkait dugaan dampak buruk terhadap anak muda. Namun, rangkaian gugatan yang masih berlangsung kemungkinan akan terus menyoroti berbagai persoalan tersebut dan berpotensi berujung pada denda besar serta perintah agar perusahaan mengubah model bisnisnya.

(bbn)

No more pages