Logo Bloomberg Technoz

Eks Insinyur Beri Kesaksian Meta Sengaja Abaikan Keselamatan Anak

Redaksi
20 August 2026 14:16

Mark Zuckerberg, CEO Meta Platforms Inc. di Meta Connect di Menlo Park, California, AS. (David Paul Morris/Bloomberg)
Mark Zuckerberg, CEO Meta Platforms Inc. di Meta Connect di Menlo Park, California, AS. (David Paul Morris/Bloomberg)

Bloomberg, Dalam sebuah kesaksian di persidangan, mantan eksekutif Meta Platforms Inc. menyatakan perusahaan tak terlalu berfokus pada keamanan namun di sisi lain mementingkan pertumbuhan.

Arturo Béjar, eks karyawan Mark Zuckerberg menjadi saksi dalam persidangan tuduhan keselamatan pengguna usia belia platform Meta.

Ilustrasi media sosial. (Photo by Juan Pablo Serrano Arenas via pexels)

Ia menegaskan bahwa raksasa media sosial asal Amerika Serikat tersebut sejatinya bisa membangun budaya namun Zuckerberg enggan. Arturo bersama beberapa negara bagian, termasuk New Jersey dan California, menggugat Meta, dengan tuduhan pelanggaran undang-undang perlindungan data konsumen dan anak.


“Budaya perusahaan yang diciptakan Mark-lah yang membuat hampir mustahil untuk menghadirkan fitur-fitur yang menangani masalah kesejahteraan dan keamanan yang selama ini kita bicarakan,” jelas Arturo dalam kesaksian di persidangan, dikutip dari NPR.org, Kamis (20/8/2026).

Meta disebut melakukan kebohongan kepada publik soal risiko yang ditimbulkan oleh platformnya. Kuasa hukum pada penggugat menerangkan bahwa Facebook dan Instagram sengaja didesain membuat pengguna dari kalangan muda kecanduan sehingga mereka tetap berada di platform lebih lama dengan berbagai fitur sehingga terus ‘scrolling’ dan mendapatkan “Like”.