Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub juga telah menyiapkan skema Get Airport Ready for Disaster (GARD), sehingga bandar udara dapat dioptimalkan untuk mendukung operasi kemanusiaan apabila diperlukan.
Pada pelayanan navigasi penerbangan, sejumlah unit di wilayah terdampak juga melakukan penyesuaian untuk memastikan pelayanan tetap berjalan secara aman.
Unit pelayanan di Labuan Bajo, Ende, Maumere, Bajawa, dan Ruteng terdampak, sementara pada lokasi yang mengalami kerusakan pada gedung tower, pelayanan navigasi sementara dilaksanakan dari lokasi yang dinilai aman dengan dukungan contingency plan.
Sementara itu, di sektor laut, dampak gempa tercatat di Pelabuhan Laurentius Say dan Pelabuhan Reo. Kerusakan ringan hingga sedang juga ditemukan di Pelabuhan Labuan Bajo, Marapokot, Ende, dan Waingapu. Seluruh pelabuhan tersebut tetap melayani operasional kapal dan penumpang dengan mengutamakan keselamatan.
Untuk transportasi darat, layanan angkutan jalan perintis disiapkan kembali setelah sejumlah akses jalan yang sebelumnya terputus akibat longsor telah dapat dilalui.
"Transportasi memiliki peran penting dalam situasi seperti ini, karena bantuan tidak akan sampai kepada masyarakat tanpa adanya jalur yang aman untuk bergerak."
"Oleh karena itu, Kemenhub terus berkoordinasi dengan BMKG, BNPB, Basarnas, TNI/Polri, pemerintah daerah, penyelenggara transportasi, dan operator untuk memastikan setiap keputusan operasional didasarkan pada kondisi terbaru di lapangan," pungkasnya.
(dhf)





























