Logo Bloomberg Technoz

Tangan-tangan yang Menggantungkan Hidup pada Batik Betawi

Andrean Kristianto
02 October 2026 22:20

Pekerja menyelesaikan pembuatan batik khas Betawi di Sanggar Batik Betawi Terogong, Jakarta, Jumat (2/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pekerja menyelesaikan pembuatan batik khas Betawi di Sanggar Batik Betawi Terogong, Jakarta, Jumat (2/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pekerja menyelesaikan pembuatan batik khas Betawi di Sanggar Batik Betawi Terogong, Jakarta, Jumat (2/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pekerja menyelesaikan pembuatan batik khas Betawi di Sanggar Batik Betawi Terogong, Jakarta, Jumat (2/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pekerja menyelesaikan pembuatan batik khas Betawi di Sanggar Batik Betawi Terogong, Jakarta, Jumat (2/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pekerja menyelesaikan pembuatan batik khas Betawi di Sanggar Batik Betawi Terogong, Jakarta, Jumat (2/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pekerja menyelesaikan pembuatan batik khas Betawi di Sanggar Batik Betawi Terogong, Jakarta, Jumat (2/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pekerja menyelesaikan pembuatan batik khas Betawi di Sanggar Batik Betawi Terogong, Jakarta, Jumat (2/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pekerja menyelesaikan pembuatan batik khas Betawi di Sanggar Batik Betawi Terogong, Jakarta, Jumat (2/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pekerja menyelesaikan pembuatan batik khas Betawi di Sanggar Batik Betawi Terogong, Jakarta, Jumat (2/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pekerja menyelesaikan pembuatan batik khas Betawi di Sanggar Batik Betawi Terogong, Jakarta, Jumat (2/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pekerja menyelesaikan pembuatan batik khas Betawi di Sanggar Batik Betawi Terogong, Jakarta, Jumat (2/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pekerja menyelesaikan pembuatan batik khas Betawi di Sanggar Batik Betawi Terogong, Jakarta, Jumat (2/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pekerja menyelesaikan pembuatan batik khas Betawi di Sanggar Batik Betawi Terogong, Jakarta, Jumat (2/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Siti Laela merapihkan batik di Sanggar Batik Betawi Terogong, Cilandak, Jakarta, Jumat (2/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Siti Laela merapihkan batik di Sanggar Batik Betawi Terogong, Cilandak, Jakarta, Jumat (2/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Siti Laela merapihkan batik di Sanggar Batik Betawi Terogong, Cilandak, Jakarta, Jumat (2/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Siti Laela merapihkan batik di Sanggar Batik Betawi Terogong, Cilandak, Jakarta, Jumat (2/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pekerja menyelesaikan pembuatan batik khas Betawi di Sanggar Batik Betawi Terogong, Jakarta, Jumat (2/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pekerja menyelesaikan pembuatan batik khas Betawi di Sanggar Batik Betawi Terogong, Jakarta, Jumat (2/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pekerja menyelesaikan pembuatan batik khas Betawi di Sanggar Batik Betawi Terogong, Jakarta, Jumat (2/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pekerja menyelesaikan pembuatan batik khas Betawi di Sanggar Batik Betawi Terogong, Jakarta, Jumat (2/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pekerja menyelesaikan pembuatan batik khas Betawi di Sanggar Batik Betawi Terogong, Jakarta, Jumat (2/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pekerja menyelesaikan pembuatan batik khas Betawi di Sanggar Batik Betawi Terogong, Jakarta, Jumat (2/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pekerja menyelesaikan pembuatan batik khas Betawi di Sanggar Batik Betawi Terogong, Jakarta, Jumat (2/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Siti Laela merapihkan batik di Sanggar Batik Betawi Terogong, Cilandak, Jakarta, Jumat (2/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Siti Laela merapihkan batik di Sanggar Batik Betawi Terogong, Cilandak, Jakarta, Jumat (2/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Di ruang berukuran sekitar 3 x 5 meter, kain-kain putih perlahan berubah menjadi batik bermotif khas Betawi. Di Sanggar Batik Betawi Terogong, Cilandak, Jakarta Selatan, perubahan itu berlangsung hampir setiap hari lewat tangan para perajin yang menggantungkan penghidupan dari selembar kain.

Yoyo (45) sudah lebih dari 10 tahun bekerja di sanggar tersebut. Tangannya terbiasa mengerjakan pewarnaan, sesekali membantu pengecapan dan pencantingan, sementara Roni (40) yang telah empat tahun bekerja di sana lebih banyak menangani batik cap dengan hasil enam hingga sepuluh kain dalam sehari.

Bagi Siti Laela, pemilik Sanggar Batik Betawi Terogong, setiap motif punya cerita sendiri. Bunga tapak liman dan tapak dara, misalnya, diangkat dari ingatannya tentang halaman rumah warga Betawi di Terogong ketika masih luas dan dipenuhi tanaman.

“Batik saya lebih bercerita masa kecil saya, memang ga ada filosofi khusus tapi kan ketika saya ingat dulu kan halaman rumah-rumah orang-orang betawi yang gede-gede zaman dulu ada bunga tapak liman, tapak dara, jadi saya lebih ingin cerita Terogong zaman dulu,” kata Siti Laela kepada Bloomberg Technoz, Jumat (2/10).

Cerita tentang masa lalu itu kemudian berlanjut menjadi pekerjaan bagi orang-orang yang membuat batik tersebut. Siti mengatakan, pesanan kembali ramai setelah pandemi Covid-19 berakhir sehingga usaha tetap berjalan dan para perajin, termasuk ibu-ibu, masih memiliki pekerjaan.

Perjalanan usaha itu tidak sepenuhnya mulus. Harga bahan baku dan pewarna yang meningkat membuat Siti akhirnya menyesuaikan harga batik pada 2025 setelah beberapa tahun mempertahankan harga lama.

Batik cap satu warna berukuran 210 x 115 sentimeter, misalnya, kini dibanderol Rp175.000 dari sebelumnya Rp150.000. Batik cap dua warna naik dari Rp200.000 menjadi Rp225.000, sedangkan batik tulis yang sebelumnya Rp800.000 kini mencapai Rp900.000 per lembar.

Pesanan yang terus berjalan membuat roda usaha di Sanggar Batik Betawi Terogong tetap berputar. Dari usaha itu, Siti mencatat omzet rata-rata sekitar Rp40 juta setiap bulan.

“Omzetnya sekitar, ini rata-rata aja ya 40-an lha,” kata Siti Laela.

(dre/wep)