Dengan mesin pertumbuhan tersebut, Airlangga menyebutkan bahwa bauran kebijakan makro akan didukung oleh sinergi fiskal, moneter dan akselerasi investasi untuk menopang permintaan dan pembiayaan pembangunan.
Sisi fiskal berperan sebagai katalis dengan fungsi alokasi, distribusi dan stabilisasi. Selain itu, kebijakan fiskal juga berperan sebagai respons countercyclical saat ekonomi menghadapi tekanan.
Sementara kebijakan moneter berperan untuk menjaga stabilitas dengan fungis menjaga inflasi dan stabilitas nilai tukar, mendorong pembiayaan perbankan ke sektor riil dan menyelaraskan dengan target pertumbuhan investasi pemerintah.
Peran akselerasi investasi didorong oleh Danantara lewat investasi strategis non-APBN berorientasi komersial dan meleverage belanja fiskal prioritas. Sementara itu, sektor swasta berperan sebagai motor utama pertumbuhan investasi dan penciptaan lapangan kerja.
“Kemudian arah kebijakan ini ditopang oleh empat prasyarat utama yaitu iklim investasi yang atraktif, kemudian kepastian regulasi, stabilitas makro dan APBN yang prudent dan sustainable,” katanya.
(ell)



























