Logo Bloomberg Technoz

Sidang Tahunan MPR 2026

Prabowo: Bursa Karbon RI Standar Dunia, Negara Lain Mau Bayar

Sabrina Mulia Rhamadanty
14 August 2026 11:55

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (14/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (14/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia telah berhasil menerapkan sistem ekonomi hijau dan bursa karbon yang diakui secara global.

Keberhasilan ini membuat negara-negara penghasil emisi besar bersedia memberikan kompensasi keuangan atas upaya pelestarian hutan yang dilakukan Indonesia.

“Kita juga menggerakkan sistem ekonomi hijau, sistem registrasi unit karbon untuk pertama kali diberlakukan di Indonesia,” ungkap Prabowo dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR/DPR RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jumat (14/8/2026).


Pemerintah terus memperkuat komitmen lingkungan tersebut dengan mendirikan bursa karbon nasional. Langkah ini bertujuan untuk memastikan perdagangan karbon di Indonesia berjalan sesuai dengan mekanisme dan parameter yang diakui oleh komunitas internasional.

“Bursa nilai ekonomi karbon telah kita dirikan, dan telah berjalan dengan mengadopsi standar karbon dunia,” ungkapnya.