Logo Bloomberg Technoz

Prabowo juga menyebut bahwa terlalu banyak BUMN yang tidak produktif. Terus merugi dan merekayasa laporan keuangan.

Oleh karena itu, Prabowo menegaskan pemerintahannya akan terus melakukan efisiensi terhadap BUMN. Jumlah BUMN akan terus dirampingkan.

"Saya dengan bangga hari ini melaporkan kepada Majelis, hari ini kita telah tutup 290 BUMN. Pada 31 Desember 2026, kita targetkan hanya akan memiliki paling banyak 300 BUMN," sebutnya.

Ke depan, lanjut Prabowo, akan ada lebih dari 750 BUMN yang bakal ditutupu. BUMN yang tersisa adalah yang mampu menciptakan nilai tambah kepada masyarakat.

"Ini mungkin adalah restrukturisasi korporasi terbesar di dunia," ujarnya.

Perampingan BUMN, demikian Prabowo, juga akan  menghasilan efisiensi anggaran. Tahun ini, dia menyebut mampu menghemat Rp 50 triliun dari biaya overhead dari perampingan BUMN. Hingga akhir 2026, Prabowo menagetkan penghematan bisa mencapai lebih darin Rp 70 triliun.

(aji)

No more pages