Axton juga mengisi posisi direktur di anak usaha INDF, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).
Di perusahaan ini, dia mengepalai Divisi Dairy dan Corporate Marketing. ICBP merupakan perusahaan produk konsumen dengan bisnis seperti mi instan, dairy, makanan ringan, bumbu, nutrisi dan minuman.
Keterlibatan Axton juga masuk ke sektor agribisnis. Dia tercatat sebagai Komisaris PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP).
Selain itu, Axton menjadi Non-Executive Director Indofood Agri Resources Ltd. atau IndoAgri. Ketiga perusahaan tersebut memiliki bisnis yang berkaitan dengan perkebunan dan agribisnis.
Di luar makanan dan agribisnis, Axton tercatat sebagai Non-Executive Director Gallant Venture Ltd. Perusahaan tersebut memiliki bisnis di kawasan Batam dan Bintan, termasuk kawasan industri, utilitas, properti dan resort.
Axton juga duduk sebagai Non-Executive Director First Pacific Company Limited. First Pacific merupakan perusahaan investasi yang memiliki sejumlah kepentingan bisnis di Asia, termasuk Indofood di Indonesia.
Di juga menjadi Direktur PacificLight Power Pte. Ltd., perusahaan yang bergerak di sektor energi di Singapura.
Sementara itu, jika melihat jejaring Grup Salim secara lebih luas, terdapat pula bisnis ritel melalui Indomaret.
Indomaret bukan perusahaan yang dipimpin Axton, tetapi menjadi salah satu jejaring bisnis yang terkait dengan Grup Salim melalui PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET).
Indoritel mencatat kepemilikan 40% di PT Indomarco Prismatama atau Indomaret. Selain Indomaret, Indoritel juga memiliki 37,51% saham PT Fast Food Indonesia Tbk, pengelola KFC Indonesia, serta 25,77% saham PT Nippon Indosari Corpindo Tbk atau Sari Roti.
Bisnis Indomaret sendiri juga sudah berkembang dari sekadar minimarket. Perusahaan mengembangkan berbagai format dan lini usaha, termasuk Indomaret Point serta makanan dan minuman seperti Point Coffee dan produk ready-to-eat.
Keterlibatan Axton dengan ekosistem ini juga beberapa kali terlihat. Dalam acara pencapaian toko Indomaret ke-20.000 pada 2022, misalnya, Axton hadir bersama jajaran direksi Indomaret.
Dalam kesempatan tersebut, Indomaret menyebut pengembangan format toko Point dan produk seperti ready-to-eat, frozen food, fried chicken hingga Point Coffee sebagai bagian dari transformasi bisnisnya.
Point Coffee kemudian menjadi salah satu lini yang terus dikembangkan Indomaret. Selain kopi, jaringan gerai Indomaret juga semakin banyak menawarkan makanan dan minuman siap konsumsi, membuat format ritelnya semakin dekat dengan konsep convenience store.
(cpa/naw)































