Yield US Treasury Melonjak Usai Trump Tolak Tawaran Terbaru Iran
News
29 September 2026 06:00

David Finnerty, James Hirai, Sydney Maki - Bloomberg News
Bloomberg, Aksi jual di pasar obligasi AS semakin dalam pada Senin (28/9/2026) setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal terbaru Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, yang mengancam memperpanjang guncangan energi akibat perang.
Penurunan harga obligasi mendorong imbal hasil US Treasury naik di berbagai tenor. Imbal hasil obligasi acuan 10 tahun naik 9 basis poin menjadi 5,25%, level tertinggi baru dalam 19 tahun. Imbal hasil surat utang bertenor lebih pendek juga melonjak karena trader bersiap menghadapi kemungkinan Federal Reserve terus menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 30 tahun melonjak menjadi 5,57%, level tertinggi sejak 2004.
Obligasi mengalami aksi jual di berbagai negara ketika kenaikan harga minyak merambat ke perekonomian global. Di AS, aktivitas bisnis yang menguat dan kekhawatiran mengenai tingkat utang pemerintah memberikan dorongan tambahan terhadap aksi jual US Treasury yang kini menjadi yang terbesar sejak penerapan tarif Trump pada April 2025 memicu gejolak di pasar.
“Meski ada periode ketika kebijakan moneter dan/atau data ekonomi mengalahkan fluktuasi harga minyak, jelas bahwa potensi dampak perang dengan Iran terhadap ekonomi global tetap menjadi pendorong utama narasi makro,” kata Ian Lyngen, kepala strategi suku bunga AS di BMO Capital Markets.




























