“Bukan hanya kemudian menyediakan makan. Memang itu menjadi salah satu kegiatan kita yang paling besar, tapi sebetulnya tujuannya bukan hanya itu. Salah satunya adalah literasi dan edukasi terkait gizi,” kata Sudaryono.
Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN Mariman Darto mengatakan keberhasilan MBG tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan makanan bergizi, tetapi juga pemahaman mengenai gizi seimbang, keamanan pangan, kebersihan, dan kebiasaan hidup sehat di lingkungan satuan pendidikan.
Karena itu, guru dinilai memiliki peran penting dalam memberikan edukasi tersebut kepada peserta didik.
“Para guru memiliki peran strategis dalam mendampingi peserta didik, memberikan edukasi tentang gizi seimbang dan keamanan pangan, menanamkan kebiasaan hidup bersih, serta adab makan, sekaligus menjadi penghubung antara sekolah, peserta didik, orang tua, dan pemangku kepentingan lainnya,” jelas Mariman.
Program literasi tersebut nantinya diharapkan dapat memperkuat pemahaman guru mengenai gizi dan keamanan pangan sehingga edukasi yang diterima peserta didik tidak hanya berasal dari makanan yang disediakan melalui MBG, tetapi juga dari kebiasaan dan pengetahuan yang diterapkan di lingkungan sekolah.
(dec)


























