Seperlima Utang Pemerintah RI Terpapar Risiko Kurs
Redaksi
13 August 2026 13:45

Bloomberg Technoz, Jakarta - Struktur utang pemerintah menyimpan risiko nilai tukar yang tak bisa diabaikan. Sebab, sekitar seperlima utang pemerintah terpapar langsung pada pergerakan kurs.
Mengacu data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) per Juni 2026, total utang pemerintah dalam bentuk Surat Berharga Negara (SBN) yang diterbitkan senilai Rp8.966,8 triliun. Sekitar 79,39% atau Rp7.118,4 triliun masih diterbitkan dalam denominasi rupiah, sementara Rp1.848,4 triliun atau sekitar 20,61% berbentuk valuta asing (valas).
Eksposur tertinggi datang dari dolar Amerika Serikat (AS). Outstanding surat utang pemerintah dalam dolar AS mencapai US$81,89 miliar, terdiri dari US$58,81 miliar government debt securities dan US$23,07 miliar government Islamic debt securities (sukuk). Jika dikonversikan dengan kurs hari ini, nilainya mencapai sekitar Rp1.465,7 triliun.
Di bawah dolar AS, eksposur valas juga berasal dari euro sebesar €12,95 miliar atau sekitar Rp264,2 triliun, yen Jepang ¥620,3 miliar atau Rp68,4 triliun, yuan China offshore sebesar CNH15,25 miliar atau Rp40,2 triliun, serta dolar Australia A$800 juta atau Rp9,85 triliun.
Struktur ini menunjukkan bahwa persoalan utang valas bukan semata soal berapa besar porsinya, tetapi juga terkait dengan sensitivitasnya terhadap rupiah. Jika rupiah melemah, nilai kewajiban dalam denominasi asing otomatis membesar jika dihitung dalam rupiah.






























