Logo Bloomberg Technoz

Konsekuensinya, kepentingan nonpengendali menumpuk saldo positif sekitar Rp217,73 miliar setelah tambahan laba neto tersebut. Sementara itu, VKTR justru mencatat posisi saldo defisit yang masih lebar Rp78,67 miliar.

Anomali itu tercermin dari laba per saham dasar atau earning per share (EPS) VKTR yang merosot menjadi Rp0,03 di tengah kenaikan kinerja penjualan dan laba bruto perusahaan. Sebelumnya, laba per saham dasar VKTR berada di level Rp0,08.

Rasio EPS itu biasanya dipakai untuk mengukur besarnya laba yang dapat diatribusikan kepada setiap lembar saham biasa perusahaan. EPS dihitung dengan membagi laba yang tersedia bagi pemegang saham biasa dengan rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang beredar. Bisanya, laba bersih yang dipakai adalah laba bersih setelah pajak dikurangi dividen saham preferen.

Padahal, VKTR mencetak penjualan neto Rp646,62 miliar sepanjang semester I-2026, naik 56,2% dari posisi penjualan Januari-Juni 2025 sekitar Rp414,04 miliar.

Pendapatan VKTR berasal dari perdagangan komponen suku cadang dan besi bekas dengan pihak ketiga sekitar Rp533,53 miliar dn penjualan kendaraan bermotor listrik berbasis bateri dengan pihak ketiga sebesar Rp114,72 miliar.

Sejumlah pelanggan VKTR itu di antaranya PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, PT Mitsubishi Motor Krama Yudha Indonesia, Perusahaan Umum Damri dan PT Hino Motors Manufacturing Indonesia.

Sementara itu, beban pokok penjualan ikut naik ke level Rp534,17 miliar. Posisi beban itu menyisakan laba bruto Rp112,44 miliar, naik dari torehan tahun lalu sekitar Rp79,12 miliar.  Setelah dikurangi beban usaha laba yang terisa menjadi Rp16,02 miliar.

Besarnya porsi laba untuk kepentingan nonpengandali disebabkan karena VKTR hanya memegang sebagian saham di PT VKTR Sakti Industries (VSI) dan PT Braja Mukti Cakra (BMC) yang belakangan berkontribusi signifikan pada struktur pendapatan perseroan.

VKTR hanya memegang 50% saham BMC lewat PT Bakrie Autoparts. Sementara itu, VKTR memegang 60% saham VSI dan sisanya dipegang Widodo.

(naw)

No more pages