Logo Bloomberg Technoz

Sebagai gambaran, smelter pertama milik Freeport mampu mengolah 1.30.000 ton konsentrat tembaga menjadi 342.000 ton katoda tembaga setiap tahunnya untuk memenuhi kebutuhan produksi di dalam maupun luar negeri.

Sentimen Pasar

Lebih lanjut, Sutopo mencatat hingga saat ini perhatian bank investasi internasional masih berfokus pada kebijakan Amerika Serikat (AS), serta pembatasan ekspor konsentrat tembaga dan kobalt di Kongo.

Dia meyakini dampak gangguan smelter milik Freeport bakal lebih terbatas, jika dibandingkan dengan potensi dampak dari gangguan tambang.

“Namun, [gangguan smelter Freeport] bisa memperkuat narasi bullish [penguatan harga tembaga] yang sudah berjalan, bukan menjadi pemicu baru yang berdiri sendiri,” tegas dia.

Sutopo mencatat Goldman Sachs memproyeksikan harga tembaga pada akhir 2026 berada di sekitar US$13.735/ton, didorong perkiraan turunnya pasokan tambang sekitar 350.000 ton akibat gangguan di Grasberg Block Cave (GBC) dan Kamoa-Kakula di Kongo.

Selanjutnya, dia mencatat Citigroup memproyeksikan harga tembaga dalam waktu dekat berada di sekitar US$14.500/ton dan berpotensi ke level US$15.000/ton dalam setahun karena ketidakpastian tarif AS dan permintaan transisi energi serta kecerdasan buatan.

“Harga tembaga di LME belakangan bergerak menuju rekor penutupan tertinggi, didorong sinyal pasokan jangka pendek yang makin ketat. Volume besar tembaga telah dikirim ke gudang-gudang AS sepanjang tahun ini sebagai antisipasi kebijakan tarif impor, sehingga menarik pasokan dari gudang LME di seluruh dunia, sementara aktivitas beli dari China juga meningkat,” ujar Sutopo.

Sekadar informasi, Freeport-McMoRan Inc. (FCX) mengonfirmasi smelter PTFI di Manyar, Gresik, Jawa Timur yang dioperatori PT Smelting mengalami kendala dan harus dihentikan sementara operasionalnya pada 8 Agustus 2026.

Vice President Communications FCX Linda Hayes menyatakan, berdasarkan penilaian awal, perbaikan smelter pertama PTFI tersebut ditargetkan dapat selesai pada kuartal III-2026.

“PT Freeport Indonesia mendapat pemberitahuan dari operator PT Smelting bahwa smelter yang dimiliki oleh PT Smelting dihentikan sementara pada 8 Agustus 2026 untuk melakukan perbaikan tungku. Penilaian awal menunjukkan bahwa perbaikan tersebut dapat diselesaikan pada kuartal III-2026,” kata Hayes saat dimintai konfirmasi melalui pos-el, Rabu (12/8/2026).

Dengan kondisi tersebut, Hayes menyatakan PTFI bakal menyesuaikan jadwal pengiriman dan melakukan persiapan untuk mempercepat pengoperasian smelter kedua perseroan yang sebelumnya berhenti beroperasi gegara kekurangan pasokan bijih.

Hayes menjelaskan target operasional smelter di kawasan industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Manyar, Gresik bakal dimajukan menjadi akhir Agustus 2026, dari sebelumnya ditargetkan beroperasi pada September 2026.

Lebih lanjut, Hayes memastikan tidak terdapat dampak yang terjadi terhadap produksi tambang dari blok Grasberg yang memasok kedua smelter tersebut.

Ihwal potensi dampak operasional gegara diperbaikinya smelter PT Smelting, Hayes menegaskan PTFI masih mengevaluasi potensi dampaknya terhadap waktu realisasi target penjualan yang telah disampaikan sebelumnya.

“PTFI sedang menilai potensi dampak waktu terhadap panduan penjualan yang sebelumnya telah dilaporkan. Dampak apa pun diperkirakan bersifat terkait waktu,” ungkap Hayes.

Untuk diketahui, smelter pertama milik Freeport yakni PT Smelting ini dibangun pada 1996. Fasilitas tersebut dimiliki sebesar 66% oleh PTFI dan 34% oleh operator Mitsubishi Materials Corporation. PT Smelting terletak di Gresik, Jawa Timur dan menjadi smelter tembaga pertama di Tanah Air.

Sekadar catatan, pada tahun ini Freeport menargetkan volume produksi emas sebanyak 700.000 atau setara sekitar 21 ton. Sementara itu, produksi tembaga tahun ini ditargetkan mencapai sekitar 800 juta pon.

Adapun, tembaga diperdagangkan senilai US$14.132 per metrik ton di London Metal Exchange (LME) pada hari ini, besaran tersebut tercatat turun tipis 0,17% dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya.

(azr/wdh)

No more pages