Logo Bloomberg Technoz

Isu PT Smelting, Produksi Tembaga Freeport Rawan Tak Capai Target

Azura Yumna Ramadani Purnama
13 August 2026 12:20

Seorang pekerja memantau operasi penambahan air ke konsentrat di kompleks pertambangan Grasberg milik Freeport di Papua./Bloomberg-Dadang Tri
Seorang pekerja memantau operasi penambahan air ke konsentrat di kompleks pertambangan Grasberg milik Freeport di Papua./Bloomberg-Dadang Tri

Bloomberg Technoz, Jakarta – Analis komoditas menilai gangguan yang terjadi di smelter tembaga PT Smelting kelolaan PT Freeport Indonesia (PTFI) berpotensi menyebabkan produksi katoda tembaga Freeport pada tahun gagal mencapai target.

Analis komoditas dan Presiden Komisaris HFX Group menyatakan hal tersebut berpotensi terjadi sebab smelter kedua Freeport di Manyar, Gresik juga sempat terkendala gegara kurangnya pasokan bijih usai longsor terjadi di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC).

Dia mencatat perbaikan smelter perdana Freeport di PT Smelting ditargetkan rampung kuartal III-2026, sementara smelter kedua Freeport bakal memulai operasionalnya kembali pada akhir bulan ini tetapi belum dalam kapasitas penuh.


Kendati begitu, Sutopo belum dapat memproyeksi potensi penurunan produksi tembaga Freeport gegara persoalan tersebut, terlebih perusahaan belum mengumumkan revisi produksi gegara permasalahan smelter itu.

“Jika downtime berkepanjangan dan bersamaan dengan smelter kedua yang masih ramp-up, produksi katoda Freeport tahun ini berisiko tertekan di tengah pasar tembaga dunia yang memang sudah ketat,” kata Sutopo ketika dihubungi, Kamis (13/8/2026).

Peresmikan produksi Smelter PT. Freeport Indonesia di Gresik, Senin (23/9/2024). (Tangkapan Layar Youtube Setpres)