Logo Bloomberg Technoz

Akan Dibatasi, 40% Konsumsi Pertalite Dinikmati Desil 9 dan 10

Azura Yumna Ramadani Purnama
13 August 2026 12:10

Mobil mengisi BBM di SPBU Pertamina Rest Area Tol Tangerang - Jakarta KM 14, Senin (1/4/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Mobil mengisi BBM di SPBU Pertamina Rest Area Tol Tangerang - Jakarta KM 14, Senin (1/4/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Ekonom menyebut sekitar 39,99% konsumsi bahan bakar minyak (BBM) Pertalite dinikmati oleh masyarakat kaya yang masuk kedalam kelompok desil 9 dan 10.

Ekonom Universitas Andalas Syafruddin Karimi mengungkapkan, berdasarkan analisis yang dilakukan berbasis data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2024, konsumsi Pertalite masih cukup besar pada kelompok rumah tangga dengan tingkat kesejahteraan tinggi.

Meski demikian, dia menilai rencana pembatasan berbasis desil dinilai tidak akan cukup apabila pemerintah hanya mengandalkan klasifikasi kesejahteraan. Syafruddin juga tak memerinci perhitungan yang dilakukan.


“Analisis berbasis Susenas 2024 memperkirakan desil 9—10 mengonsumsi sekitar 39,99% Pertalite rumah tangga. Potensi penghematannya berarti cukup besar. Efektivitas kebijakan tetap bergantung pada kemampuan sistem menghubungkan rumah tangga, pengguna, dan kendaraan,” kata Syafruddin ketika dihubungi, Kamis (13/8/2026).

Petugas mengisi BBM jenis Pertalite di SPBU Pertamina Rest Area Tol Tangerang-Jakarta KM 14, Senin (1/4/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Dia menilai keuntungan utama pembatasan berbasis desil terletak pada aspek keadilan fiskal, yakni negara dapat mengurangi kompensasi yang dinikmati rumah tangga mampu dan mengalihkannya untuk program produktif.