Logo Bloomberg Technoz

Orang Kaya Dibatasi Beli Pertalite: Patokan Desil Saja Tak Cukup

Azura Yumna Ramadani Purnama
13 August 2026 09:10

Sejumlah pengendara mengantre mengisi BBM di SPBU Pertamina, Jakarta Selatan, Selasa (31/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Sejumlah pengendara mengantre mengisi BBM di SPBU Pertamina, Jakarta Selatan, Selasa (31/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Sejumlah ekonom memandang pengaturan pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi berdasarkan desil atau kelompok pengeluaran masyarakat tidak akan cukup efektif untuk mencegah masyarakat kaya membeli Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite.

Ekonom Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Badiul Hadi menilai pemanfaatan kelompok desil dapat efektif membatasi masyarakat berkemampuan tinggi untuk pembelian Pertalite jika diintegrasikan dengan data kesejahteraan sosial, identitas pengguna, jenis kendaraan, dan volume transaksi.

Dia menegaskan kelompok desil hanya menggambarkan kesejahteraan rumah tangga, sedangkan konsumsi BBM dipengaruhi oleh kendaraan, mobilitas, pekerjaan, dan kebutuhan transportasi.


Dengan begitu, pembatasan yang dilakukan seharusnya mempertimbangkan pola konsumsi aktual pengguna secara proporsional.

“Kebijakan sebaiknya memakai pendekatan berlapis pada data kesejahteraan, identitas pengguna, kendaraan, dan volume transaksi,” kata Badiul ketika dihubungi, Kamis (13/8/2026).