PBB: Militer Myanmar Makin Sering Serang Warga Sipil Pakai Drone
News
12 August 2026 12:30

Philip J. Heijmans - Bloomberg News
Bloomberg, Militer Myanmar semakin sering menggunakan drone, paralayang bermotor, dan pesawat berbiaya rendah lainnya untuk menyerang warga sipil, kata penyelidik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Hal itu terjadi ketika penguasa Myanmar berupaya menunjukkan stabilitas dan memperoleh legitimasi setelah pemilu yang digelar di bawah kendali militer.
Laporan yang disusun Mekanisme Investigasi Independen PBB untuk Myanmar dan dirilis pada Selasa (11/8) menyebut serangan terus meningkat sejak Juli tahun lalu, dengan eskalasi signifikan menjelang pemilu yang digelar pada Desember dan Januari. Pemilu tersebut membantu mengantarkan pemimpin junta saat itu, Min Aung Hlaing, menjadi presiden pada April setelah militernya merebut kekuasaan melalui kudeta pada 2021.
Menurut laporan tersebut, militer semakin mengandalkan paralayang bermotor, gyrocopter, dan drone untuk melancarkan serangan dari ketinggian rendah menggunakan bahan peledak tanpa sistem pemandu, termasuk mortir. Dalam sejumlah insiden di wilayah Sagaing, pilot paralayang mematikan mesin ketika mendekati target dan meluncur tanpa suara sehingga warga sipil tak punya banyak waktu untuk memperingatkan diri dan mencari perlindungan.
Para penyelidik juga mengatakan jumlah korban diperparah oleh serangan udara yang disebut “double-tap”, yakni ketika militer menyerang suatu target dan kemudian kembali menyerang dalam waktu singkat. Serangan kedua tersebut diduga menargetkan petugas tanggap darurat, orang-orang yang membantu korban luka, serta mereka yang berusaha melarikan diri.




























