Logo Bloomberg Technoz

Kemenkeu: Dominasi Asing di SBN kini Sekitar 13-14%

Pramesti Regita Cindy
03 October 2026 07:30

Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung saat POV Talks Bloomberg Technoz di Jakarta, Senin (18/5/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung saat POV Talks Bloomberg Technoz di Jakarta, Senin (18/5/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Bogor - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan strategi pemerintah dalam membiayai defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) salah satunya melalui penerbitan Surat Berharga Negara (SBN). Namun sejalan dengan diberlakukannya hal tersebut, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengatakan bahwa ketergantungan RI terhadap kepemilikan asing saat ini telah jauh berkurang dibandingkan satu dekade lalu.

"SBN kita sekarang ini mungkin hanya 13-14% yang dimiliki oleh asing. [Padahal] 10 tahun lalu SBN kita hampir 40% dimiliki oleh asing. Sekarang hanya 13-14%," kata Juda dalam Media Gathering Kemenkeu di Bogor, dikutip Jumat (2/10/2026).

Lebih lanjut, Juda bilang penurunan porsi kepemilikan asing tersebut dapat mengurangi kerentanan pasar keuangan domestik terhadap gejolak pasar uang dan pasar valuta asing.


Di samping itu, dengan memperkuat dominasi pembiayaan domestik maka investor dalam negeri akan semakin besar sehingga pasar SBN dinilai menjadi relatif lebih tahan terhadap gejolak pasar keuangan global.

Untuk diketahui, berdasarkan data Direktorat Jenderal  Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) per 15 September 2026, Kementerian Keuangan mencatat kepemilikan SBN oleh asing mencapai 13,09% atau secara nominal mencapai Rp904,39 triliun, dengan rincian SUN sebesar Rp885,98 triliun, SBSN sebesar Rp18,41 triliun.