Logo Bloomberg Technoz

Redam Lonjakan Harga, G-7 Lepas 100 Juta Barel Minyak Darurat

News
03 October 2026 09:00

Kilang minyak milik Torrance Refining Company di Torrance, California, AS, pada Senin, 28 September 2026. (Caroline Brehman/Bloomberg)
Kilang minyak milik Torrance Refining Company di Torrance, California, AS, pada Senin, 28 September 2026. (Caroline Brehman/Bloomberg)

Benoit Berthelot, John Ainger dan Ewa Krukowska - Bloomberg News

Bloomberg, Negara-negara Kelompok Tujuh (G-7) bersama mitranya berencana melepas hingga 100 juta barel minyak dan solar dari cadangan darurat. Langkah ini mengakhiri tekanan intensif selama sepekan dari pemerintahan Donald Trump yang mendesak penekanan lonjakan harga bahan bakar global.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan pada Jumat (2/10) bahwa pelepasan cadangan tersebut akan dikoordinasikan oleh Badan Energi Internasional (IEA) dan berlangsung selama empat bulan ke depan, dengan prioritas awal pada solar. Menurut dia, langkah tersebut bertujuan untuk "mengirimkan sinyal yang jelas kepada pasar".


Kontrak berjangka solar Eropa sempat anjlok lebih dari 8% sebelum sedikit pulih, sementara kontrak berjangka solar AS turun hingga 5,6%. Adapun kontrak berjangka minyak mentah Brent ditutup relatif tidak berubah.

Kesepakatan ini akan membantu meredakan kekhawatiran terkait ancaman Donald Trump sebelumnya untuk memberlakukan larangan ekspor solar dari AS. Negara-negara G-7 kembali menegaskan komitmen mereka untuk "menahan diri dari pembatasan ekspor energi dan produk energi" di antara negara-negara anggota. Larangan ekspor oleh AS berisiko memicu kelangkaan pasokan global yang dapat menimbulkan konsekuensi ekonomi serius bagi Eropa dan Amerika Latin.