Untuk memastikan kualitas tersebut, sistem pemagangan saat ini telah menyediakan ruang bagi perusahaan, user, maupun mentor untuk memberikan umpan balik (feedback) setelah program berakhir.
"Masukan dari pihak industri ini nantinya menjadi bahan evaluasi guna menyempurnakan kurikulum pendidikan agar selalu relevan dengan dinamika pasar kerja," ungkapnya.
Secara paralel, Apindo juga akan aktif mendorong penyelarasan kurikulum pendidikan nasional secara lebih luas. Keterlibatan industri tidak hanya dilakukan melalui program magang, tetapi juga lewat Industry Advisory Board (IAB) untuk memberikan masukan strategis dalam penyusunan kurikulum. Selain itu, Apindo rutin menyalurkan data dan aspirasi dari perusahaan anggota melalui survei internal pemagangan yang disampaikan kepada Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI).
"Artinya, kami ingin membangun continuous feedback loop, di mana kebutuhan industri disampaikan oleh user, diterjemahkan ke dalam kurikulum oleh institusi pendidikan, kemudian kembali diuji melalui pengalaman peserta di dunia kerja," tegas Shinta.
Ia menambahkan bahwa mekanisme umpan balik yang berkelanjutan ini bertujuan untuk menciptakan proses perbaikan secara terus-menerus (continuous improvement). Dengan demikian, pembaruan kurikulum pendidikan berbasis masukan industri diharapkan dapat melahirkan lulusan yang lebih relevan, produktif, serta memiliki daya serap tinggi di dunia kerja (employable).
Sebelumnya, Kementerian Ketenagakerjaan memastikan bakal kembali membuka program magang nasional tahun 2026 batch 2 pada September mendatang.
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi Dan Produktivitas (Binalavotas) Kemenaker Darmawansyah mengungkapkan untuk tahap awal ia memperkirakan pendaftaran utamanya penyelenggara atau perusahaan magang akan dibuka pada pekan depan.
"Minggu depan. Jadi minggu depan sudah kita buka untuk penyelenggara, langsung daftar. Jadi ini nanti jaraknya sebulan-sebulan. Jadi kan sekarang kita mulai sekitar 10 Agustus ya," kata Darmawansyah ditemui di Gedung Kemenaker Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Sedangkan untuk pendaftaran peserta magang akan dilakukan pada pertengahan September 2026.
Sebagai catatan saja, Kemenaker menetapkan sebanyak 46.160 lulusan perguruan tinggi sebagai peserta Program Magang Nasional Tahun 2026 Batch 1 Angkatan ke-2 dari total 732.483 orang yang mendaftar. Sementara itu, sebanyak 242 orang tidak dapat ditetapkan pada tahapan akhir karena tidak memenuhi persyaratan.
Adapun kuota pemerintah untuk program magang nasional tahun ini sebanyak 150.000 orang.
"Kita target kan nanti di bulan depan di September, sekitar pertengahan September kita akan mulai lagi untuk running untuk yang batch kedua," ungkapnya.
(smr/ell)



























