Logo Bloomberg Technoz

EV Impor Menjamur di RI, Industri Lokal Dinilai Masih Tertatih

Ibnu Affan
29 September 2026 12:40

Warga mengisi daya mobil listrik di SPKLU Gambir, Jakarta, Kamis (23/4/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Warga mengisi daya mobil listrik di SPKLU Gambir, Jakarta, Kamis (23/4/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kalangan industri menyoroti semakin banyaknya produk mobil listrik atau electric vehicle (EV) yang telah masuk ke Indonesia. Namun, hal tersebut belum diiringi dengan kontribusi dan pendalaman dari industri lokal.

Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM) menilai di tengah kewajiban pemenuhan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), sebagian besar produsen masih mengandalkan perakitan, sementara keterlibatan industri komponen lokal masih terbatas.

"Semakin besar volume, daya saing produk semakin berdaya saing,” ujar Sekretaris Jenderal GIAAM Rachmat Basuki dalam keterangan resminya, Selasa (29/9/2026).


Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sejak Januari hingga Agustus tahun ini, ertumbuhan penjualan mobil listrik di RI sekitar 599.491. Sebanyak 101.171 unit atau 16,88% merupakan mobil listrik.

Rachmat mengamini penetrasi EV di dalam negeri merupakan keberhasilan program pemerintah, terkhusus pembebasan bea masuk impor utuh. Program ini dimulai pada 2024 dan berakhir pada 2025.