Di sisi lain, Apindo meminta agar publik harus dapat membedakan antara posisi sales operasional dengan pekerjaan yang memiliki komponen pembelajaran bernilai tinggi (higher-value learning component).
"Posisi bernilai tinggi tersebut mencakup peran strategis, seperti pengembangan bisnis (business development), analisis pasar (market analysis), analitik konsumen (customer analytics), hingga pemasaran digital (digital marketing)," katanya.
Apindo menegaskan bahwa penyalahgunaan program pemagangan, seperti menjadikannya sarana untuk mengisi pekerjaan operasional biasa yang tidak membutuhkan kualifikasi pembelajaran tingkat perguruan tinggi harus dihindari.
Oleh karena itu, langkah pengetatan terhadap posisi-posisi yang kurang relevan ini dinilai sebagai awal pembenahan yang baik.
Meski demikian, Shinta menegaskan bahwa keberhasilan pembenahan program pemagangan tidak hanya diukur dari pengetatan jenis posisi semata.
“Tetapi indikator keberhasilannya harus lebih luas: apakah peserta mendapatkan mentor yang kompeten, apakah ada kurikulum dan learning outcomes yang jelas, apakah ada evaluasi berkala, apakah kompetensinya berkembang, dan yang paling penting, apakah setelah selesai mereka menjadi lebih siap masuk ke pasar kerja,” tambahnya.
Sebelumnya, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) memastikan sejumlah posisi kerja seperti admin serta kasir tidak lagi masuk dalam program Magang Nasional 2026 Angkatan 2.
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemenaker Darmawansyah mengatakan, pemerintah tidak ingin program magang bagi lulusan perguruan tinggi hanya diisi pekerjaan yang berada pada level operator.
"Jabatan seperti misalnya front office, kasir itu sudah kita delete, kita tolak. Jadi memang benar-benar jabatan itu sesuai dengan kompetensi. Misalnya kalau rumah sakit ya nurse, atau misalnya untuk maintenance peralatan medis dan sebagainya. Pokoknya kita lihat jabatan-jabatan itu memang sesuai dengan lulusan perguruan tinggi," kata Darmawansyah ditemui di Gedung Kemenaker Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Selain admin dan kasir, posisi sales juga menjadi salah satu jenis pekerjaan yang dipangkas dalam proses verifikasi. Sebab ia menilai pekerjaan sales yang bersifat operasional tidak berada pada level pekerjaan yang sesuai untuk program magang lulusan perguruan tinggi.
Pengetatan tersebut dilakukan melalui proses verifikasi berlapis. Kata dia, Kemenaker terlebih dahulu memeriksa kelayakan perusahaan atau penyelenggara magang, termasuk kepatuhannya terhadap regulasi ketenagakerjaan.
Setelah penyelenggara dinyatakan layak, Kemenaker kemudian memeriksa posisi atau lowongan magang yang ditawarkan.
"Jadi kalau perusahaannya layak [tapi] lowongannya tidak layak, kita delete," tegasnya.
"Kalau sekarang kan animo penyelenggara itu besar sekarang. Jadi kita lebih mudah untuk melakukan proses verifikasi," ungkapnya.
(smr/ell)




























