Chris Larkin dari E*Trade yang merupakan bagian dari Morgan Stanley mengatakan, meski pasar saham sempat antusias terhadap kemungkinan dibukanya kembali Selat Hormuz, pasar kini mungkin tidak akan terlalu merespons positif laporan yang masih samar mengenai kemajuan perundingan.
“Laporan ketenagakerjaan mungkin telah meredakan sebagian kekhawatiran mengenai kenaikan suku bunga The Fed bulan depan, tetapi kekhawatiran tersebut bisa kembali meningkat jika angka inflasi pekan ini tidak lebih rendah dari perkiraan,” tambahnya.
Indeks harga konsumen (IHK) yang menjadi perhatian utama diperkirakan naik 0,1% pada Juli setelah turun 0,4% pada bulan sebelumnya. Proyeksi tersebut merupakan median dari survei Bloomberg terhadap para ekonom menjelang rilis data oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS pada Rabu.
Gubernur Federal Reserve Bank of Cleveland Beth Hammack mengatakan kepada Yahoo Finance bahwa sejumlah kenaikan suku bunga mungkin diperlukan untuk menurunkan inflasi ke target. Meski begitu, ia menegaskan tidak ingin terburu-buru berspekulasi mengenai hasil akhir dari kebijakan tersebut.
Di tempat lain, yen bergerak stabil setelah anjlok 1% pada Senin, menghapus sebagian penguatannya yang dipicu intervensi otoritas AS dan Jepang untuk menopang mata uang tersebut. Sementara itu, bank sentral Australia diperkirakan mempertahankan suku bunga untuk pertemuan kedua berturut-turut pada Selasa.
(bbn)




























