Gempa tersebut menjadi ujian besar pertama bagi De la Espriella yang dilantik pada Jumat dalam sebuah upacara di Cali. Pada Senin, sedikitnya 19 bangunan di kota tersebut runtuh dan menimbun warga di bawah reruntuhan. Ia semula mengatakan akan pergi ke Provinsi Risaralda, salah satu wilayah dengan kerusakan terparah, sebelum mengubah tujuan ke Bogota untuk mengoordinasikan penanganan bersama Badan Nasional Manajemen Risiko dan Bencana.
Di Manizales, ibu kota Caldas, sejumlah bangunan mengalami kerusakan parah hingga bagian dalam apartemen terlihat dari jalan. Pecahan kaca berserakan di depan toko-toko yang sebagian besar masih tutup. Potongan beton dan puing menutup trotoar serta jalan, menyebabkan kemacetan di sejumlah bagian kota. Kabel listrik putus berserakan di jalan, sementara pipa yang rusak mengganggu pasokan air. Layanan gas rumah tangga juga dihentikan di sejumlah kawasan.
Natalia Aguirre, pekerja kesehatan berusia 40 tahun, mengatakan dirinya berlari kembali ke rumah ketika gempa terjadi untuk menyelamatkan anak-anaknya. Mereka selamat, tetapi “semua yang ada di dalam apartemen hancur,” katanya.
Jacobo Pelaez, pelatih pribadi berusia 60 tahun yang tinggal di kawasan yang sama, mengatakan sejumlah bangunan di kompleks tempat tinggalnya tampak tidak layak huni. “Menakutkan untuk kembali masuk karena kita tidak tahu apakah akan ada gempa susulan,” ujarnya.
Sirene terdengar di jalan-jalan ketika polisi menutup sejumlah kawasan dengan pita peringatan berwarna kuning. Namun, layanan darurat setempat di Manizales kewalahan pada Senin, sehingga warga turut membantu proses penyelamatan.
Sebastián Guzmán, biolog berusia 29 tahun, bekerja bersama sekelompok temannya di kawasan Milan, Manizales bagian timur. Mereka membantu keluarga mengambil barang-barang dari sebuah bangunan ketika “petugas pemadam kebakaran datang dan meminta kami pergi karena ada risiko bangunan runtuh.”
Sekitar 225 kilometer di utara, di Medellin, dilaporkan terdapat retakan pada sejumlah bangunan, tetapi belum ada laporan awal mengenai korban luka.
Bencana tersebut berpotensi mempersulit janji De la Espriella untuk membekukan belanja pemerintah.
Badan Nasional Manajemen Risiko dan Bencana merekomendasikan penetapan status bencana, menurut pernyataan resmi. Langkah tersebut memungkinkan pemerintah mempercepat upaya bantuan, rehabilitasi, dan rekonstruksi.
Sejumlah anggota parlemen juga meminta presiden menetapkan keadaan darurat ekonomi, yang memungkinkan pemerintah menaikkan pajak tanpa melalui Kongres.
Gempa turut mengguncang sejumlah bangunan di Bogota, membuat warga berhamburan ke jalan dengan sebagian masih mengenakan piyama. Belum ada laporan kerusakan, menurut wali kota ibu kota.
Pemerintah AS memantau situasi secara ketat dan “siap mendukung masyarakat Colombia,” kata Menteri Luar Negeri Marco Rubio dalam unggahan di media sosial. De la Espriella merupakan sekutu Presiden Donald Trump, yang mendukungnya dalam pemilihan presiden pada Juni.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum, Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva, dan Presiden Ekuador Daniel Noboa menyatakan pemerintah mereka siap memberikan bantuan.
Bencana tersebut kembali mengingatkan warga pada gempa dahsyat 1999 yang mengguncang kawasan yang sama dan menewaskan hampir 1.200 orang.
Gempa terbaru ini terjadi kurang dari dua bulan setelah dua gempa melanda Venezuela pada Juni. Jumlah korban tewas resmi dari bencana tersebut telah melampaui 6.000 orang, menjadikannya salah satu gempa paling mematikan yang melanda Amerika Latin dalam beberapa tahun terakhir.
(bbn)





























