Surplus neraca berjalan Korea Selatan melebar ke rekor tertinggi untuk bulan kedua berturut-turut karena ekspor semikonduktor yang melonjak mendorong neraca barang ke rekor tertinggi lainnya, menurut data Bank of Korea (BOK) yang dirilis Kamis.
Proyeksi bank sentral setempat juga tampak sudah ketinggalan zaman. BOK menyatakan dalam pernyataannya pada bulan Juli bahwa “tingkat pertumbuhan untuk tahun ini diperkirakan akan jauh melampaui proyeksi bulan Mei sebesar 2,6%.”
BOK dijadwalkan akan memperbarui proyeksi pertumbuhannya saat mengadakan rapat pada 27 Agustus.
“Apalagi usai koreksi tajam di pasar saham, kami memperkirakan pertumbuhan Korea Selatan akan mulai menguat pada kuartal ketiga, didorong oleh permintaan chip yang kuat,” kata Hyosung Kwon, ekonom di Bloomberg Economics.
“Hal itu berpotensi memengaruhi keputusan Bank of Korea untuk menaikkan suku bunga pada Agustus daripada mempertahankannya, meskipun keputusan tersebut masih sangat ketat.”
Bank sentral pada bulan Juli menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun dan mengisyaratkan akan ada kenaikan lebih lanjut. Pengambil kebijakan melihat ekspansi Korea Selatan yang didorong oleh industri semikonduktor berdampak pada pendapatan rumah tangga, investasi perusahaan, dan permintaan domestik, sebagaimana ditunjukkan dalam risalah rapat bulan Juli.
Walau keputusan pada bulan Agustus diperkirakan akan sangat ketat, survei tersebut tetap menunjukkan bahwa para ekonom memperkirakan BOK akan menaikkan suku bunga pada kuartal keempat, bukan pada bulan Agustus.
(bbn)

































