Seluk Beluk Chipflation, Inflasi Chip di Tengah Ledakan AI
Merinda Faradianti
24 September 2026 13:15

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ledakan kecerdasan buatan (AI) mulai memberi tekanan pada industri semikonduktor global hingga tanah air. Pasalnya, permintaan chip untuk membangun dan mengoperasikan pusat data AI meningkat pesat, sementara pasokan tidak bertambah dengan kecepatan yang sama.
Kondisi tersebut mendorong kenaikan harga chip yang mulai disebut sebagai chipflation. Laporan World Economic Forum (WEF) yang dikutip Kamis (24/9/2026) menyebut chipflation sebagai salah satu dampak tersembunyi dari perkembangan AI.
Tingginya permintaan dari pusat data membuat produsen semikonduktor mengalokasikan lebih banyak kapasitas produksi untuk komponen yang dibutuhkan sistem AI, termasuk chip memori berperforma tinggi.
Perebutan pasokan tersebut berpotensi menekan industri elektronik konsumen. Produsen smartphone, laptop, tablet, konsol game hingga perangkat elektronik lainnya harus bersaing mendapatkan komponen yang sama.
Chip Disedot Pusat Data AI
Pusat data yang menjalankan AI membutuhkan chip dalam jumlah besar. Selain prosesor untuk komputasi, pusat data membutuhkan memori seperti Dynamic Random-Access Memory (DRAM) dan High Bandwidth Memory (HBM) untuk memproses data dalam jumlah besar.
































