Logo Bloomberg Technoz

Agibot menguasai 44% dari pengiriman global melalui 8.400 unit dalam periode enam bulan tersebut, dibandingkan dengan 5.900 unit milik Unitree.

Volume pengiriman mereka jauh melampaui pengiriman dari perusahaan-perusahaan terkemuka AS seperti Tesla Inc., Figure AI Inc., dan Agility Robotics Inc., yang menegaskan laju perkembangan di China.

Pada akhir Juli, AS melarang impor robot humanoid dan robot berkaki empat baru dari Tiongkok, beserta komponen-komponen tertentu, dengan alasan risiko keamanan nasional dan keamanan siber terhadap infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) kritis AS.

Walau jumlah robot humanoid yang benar-benar dioperasikan dalam peran produktif secara komersial masih dalam jumlah kecil,, dukungan kebijakan dari China serta pendanaan dari berbagai tingkatan pemerintah turut mempercepat proses masuknya robot-robot tersebut ke arus utama.

Prioritas terhadap robotika semacam ini terlihat jelas pada Konferensi AI Dunia di Shanghai bulan lalu, di mana puluhan produsen robot memamerkan kemajuan dalam hal ketangkasan, kecepatan, dan kemampuan.

Perubahan penting juga sedang terjadi dalam cara penggunaan robot-robot tersebut.

“Aplikasi industri dan komersial menyumbang lebih dari 70% dari total pengiriman, naik dari sekitar 50% pada tahun sebelumnya,” kata Linda Sui, pendiri dan peneliti utama di SAG. 

Ketidakpastian regulasi dan risiko geopolitik dapat memengaruhi fase pertumbuhan industri selanjutnya, pungkas Sui.

Produsen Robot Humanoid Volume Pengiriman (1H2026) Pangsa Pasar Pertumbuhan (yoy)
Agibot 8.400 unit 44% 562%
Unitree 5.900 unit 31% 170%
Galbot 900 unit 3% 150%
UBTECH 700 unit 4% 65%
Leju 600 unit 5% 171%
Lainnya 2.500 unit 13% 297%
Total 19.100 unit 100% 272%

(bbn)

No more pages