Logo Bloomberg Technoz

Mengenal Istilah RAMageddon, Jadi Gambaran Krisis RAM Hari Ini

Merinda Faradianti
25 September 2026 12:58

Harga Chip Memori Naik 300% Hambat Pertumbuhan Pasar HP Global (bloomberg Technoz/Asfahan)
Harga Chip Memori Naik 300% Hambat Pertumbuhan Pasar HP Global (bloomberg Technoz/Asfahan)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Penyebutan RAMageddon makin banyak digunakan untuk menggambarkan kelangkaan dan lonjakan harga memori Random Access Memory (RAM). Kondisi ini terjadi di tengah meningkatnya kebutuhan memori untuk infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Istilah tersebut mulai terdokumentasi dalam artikel SDxCentral pada 16 Januari 2026 berjudul RAMageddon: The Memory Crisis Nobody Bothered to Prevent. Artikel yang ditulis Ben Wodecki membahas tekanan pasokan memori seiring pesatnya pembangunan infrastruktur AI.

Dalam laporan SDxCentral yang dikutip Jumat (25/9/2026), perhatian industri selama ini banyak tertuju pada kebutuhan Graphics Processing Unit (GPU) untuk AI. Padahal, sistem AI juga membutuhkan kapasitas memori dalam jumlah besar.


Pusat data AI tidak hanya membutuhkan akselerator komputasi, tetapi juga Dynamic Random Access Memory (DRAM), High Bandwidth Memory (HBM), interkoneksi, dan infrastruktur pendukung lainnya.

SDxCentral juga menyoroti kesepakatan OpenAI dengan Samsung Electronics dan SK Hynix untuk memasok memori bagi proyek Stargate. Kebutuhan yang dibahas dalam kesepakatan tersebut disebut mencapai sekitar 900.000 wafer DRAM per bulan.