Logo Bloomberg Technoz

RI Didorong Bentuk Unit Khusus di Bawah Presiden Buat PLTS 100 GW

Sabrina Mulia Rhamadanty
06 August 2026 19:20

Petugas mengecek panel surya terapung milik Krakatau Chandra Energi di Cilegon, Banten, Selasa (19/11/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Petugas mengecek panel surya terapung milik Krakatau Chandra Energi di Cilegon, Banten, Selasa (19/11/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Institute for Essential Services Reform (IESR) mendorong pemerintah untuk membentuk unit khusus langsung di bawah Presiden Prabowo Subianto guna mengawal keberhasilan proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW).

Direktur Eksekutif IESR Fabby Tumiwa mengusulkan pembentukan national solar program delivery unit yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Unit khusus ini nantinya bertugas memimpin serta mengawasi project management office (PMO) yang menjalankan operasional harian proyek PLTS 100 GW.

"Kita harus menjadikan program ini sebagai program nasional, bukan program kementerian, dan dikelola sebagai sebuah misi nasional. Kami mengusulkan dibentuk national solar program delivery unit yang melapor langsung ke Presiden dan mensupervisi PMO untuk PLTS 100 GW itu," ungkap Fabby dalam agenda media briefing IESR, Kamis (6/8/2026).


Selain mengelola pengerjaan harian, PMO difungsikan untuk memetakan strategi pengadaan barang dan jasa serta menyelaraskan regulasi, perizinan, dan skema pembiayaan lintas kementerian.

Proyeksi Realistis Pacu PLTS. Sumber: IESR dan AESI, Infografis: Bloomberg BusinessweeK Indonesia

Skema Multijalur