Logo Bloomberg Technoz

Mitratel Raup Laba Rp1,11 Triliun pada Semester I 2026


(Dok. Mitratel)
(Dok. Mitratel)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (IDX: MTEL) atau Mitratel membukukan kinerja positif sepanjang Semester I 2026 dengan mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih di tengah dinamika industri telekomunikasi. Perseroan juga melanjutkan transformasi bisnis menjadi Next Gen Tower Company melalui penguatan infrastruktur digital, efisiensi operasional, serta optimalisasi struktur pendanaan.

Berdasarkan laporan kinerja perusahaan, Mitratel mencatat pendapatan sebesar Rp4,69 triliun hingga akhir Juni 2026 atau meningkat 2,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut turut menopang kenaikan laba bersih sebesar 1,5% menjadi Rp1,11 triliun.

Kontributor utama pendapatan masih berasal dari bisnis penyewaan menara yang menghasilkan Rp3,83 triliun. Sementara itu, bisnis fiber optik terus menunjukkan perkembangan dengan membukukan pendapatan Rp309 miliar. Kinerja tersebut memperlihatkan kemampuan Perseroan menjaga pertumbuhan di tengah perubahan kebutuhan industri telekomunikasi yang semakin mengarah pada layanan infrastruktur digital terintegrasi.

Model bisnis yang ditopang oleh pendapatan berulang atau recurring revenue dinilai menjadi salah satu faktor yang menjaga stabilitas kinerja Mitratel. Selain itu, portofolio aset yang besar dan meningkatnya kontribusi bisnis digital turut memperkuat fundamental perusahaan.

Strategi tersebut juga sejalan dengan arah transformasi yang dijalankan Danantara Indonesia bersama Telkom Group. Fokus utamanya adalah memperkuat fundamental bisnis, meningkatkan efisiensi operasional, mengoptimalkan pengelolaan aset, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan.

Sebagai bagian dari implementasi strategi tersebut, Mitratel memperluas perannya dari perusahaan penyedia menara telekomunikasi menjadi penyedia solusi infrastruktur digital yang lebih terintegrasi. Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang bisnis baru sekaligus memperkuat posisi perusahaan di sektor infrastruktur telekomunikasi nasional.

Efisiensi Perkuat Profitabilitas dan Arus Kas

Selain mencatat pertumbuhan pendapatan, Mitratel juga berhasil meningkatkan efisiensi keuangan. Perseroan mampu menurunkan beban pendanaan sebesar 15,1% menjadi Rp483,47 miliar melalui optimalisasi struktur pembiayaan, digitalisasi proses bisnis, dan penguatan efisiensi operasional.

Penurunan biaya pendanaan tersebut memberikan ruang yang lebih besar bagi perusahaan untuk meningkatkan profitabilitas sekaligus memperkuat fleksibilitas keuangan dalam mendukung ekspansi bisnis pada masa mendatang.

Analis Kiwoom Sekuritas Abdul Azis menilai keberhasilan Mitratel menekan beban pendanaan menjadi indikator positif bagi perusahaan yang bergerak di sektor infrastruktur dengan karakteristik padat modal.

"Pertumbuhan laba yang diiringi penurunan beban pendanaan menunjukkan fundamental Mitratel tetap terjaga. Efisiensi ini memberikan ruang yang lebih besar bagi Perseroan untuk mendanai ekspansi, memperkuat daya saing, sekaligus mengembangkan sumber pertumbuhan baru di masa depan," ujar Azis.

Dari sisi arus kas, Mitratel membukukan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp4,63 triliun. Angka tersebut mencerminkan kemampuan perusahaan menghasilkan kas operasional yang kuat sehingga memiliki kapasitas untuk membiayai investasi strategis sekaligus menjaga likuiditas.

Posisi kas dan setara kas hingga akhir Juni 2026 juga meningkat menjadi Rp1,34 triliun. Kondisi tersebut memperkuat kemampuan Perseroan dalam mendukung ekspansi bisnis jangka panjang tanpa mengabaikan kesehatan struktur keuangan.

Transformasi bisnis juga mulai memberikan kontribusi terhadap sumber pendapatan baru. Pendapatan jasa konstruksi meningkat 17,6% menjadi Rp298,63 miliar.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan layanan Fiber Optic Solution, Technical Service Assistance, Managed Service, Mechanical Electrical Solution, pengurusan perizinan bangunan, hingga berbagai layanan pendukung infrastruktur digital lainnya.

Selain itu, Mitratel telah mengantongi kontrak non penyewaan menara senilai sekitar Rp567,27 miliar yang diperkirakan akan direalisasikan dalam satu tahun ke depan. Kontrak tersebut memberikan visibilitas pendapatan yang lebih kuat sekaligus memperlihatkan semakin besarnya kontribusi bisnis di luar penyewaan menara.

Direktur Utama PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk Theodorus Ardi Hartoko mengatakan transformasi menuju Next Gen Tower Company menjadi strategi utama perusahaan untuk memperkuat daya saing sekaligus membuka sumber pertumbuhan baru.

"Sejalan dengan arah strategis dan transformasi Danantara Indonesia serta Telkom Group, kami terus memperkuat fundamental bisnis melalui disiplin keuangan, optimalisasi portofolio aset, dan pengembangan infrastruktur digital yang semakin terintegrasi. Transformasi menuju Next-Gen Tower Company memungkinkan Mitratel menghadirkan solusi yang lebih komprehensif bagi pelanggan, memperluas peluang pertumbuhan, serta mendukung percepatan transformasi digital Indonesia. Dengan fondasi yang semakin kuat, kami optimistis dapat terus menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan," katanya.

Dari sisi operasional, Mitratel mempertahankan posisinya sebagai perusahaan infrastruktur telekomunikasi terbesar di Indonesia. Hingga akhir Juni 2026, jumlah menara yang dikelola mencapai 40.563 unit atau meningkat 2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Jumlah kolokasi juga meningkat 10,3% menjadi 23.303 sehingga mendorong kenaikan tenancy ratio dari 1,53 kali menjadi 1,57 kali. Peningkatan tersebut menunjukkan optimalisasi pemanfaatan aset menara yang dimiliki Perseroan.

Di segmen fiber optik, panjang jaringan yang dimiliki Mitratel telah mencapai 59.239 kilometer atau tumbuh 8,8% secara tahunan. Sementara itu, billable fiber meningkat lebih tinggi, yakni 13,9% menjadi 74.779 kilometer.

Pertumbuhan infrastruktur fiber tersebut memperkuat posisi Mitratel dalam mendukung kebutuhan konektivitas nasional yang terus meningkat seiring berkembangnya digitalisasi di berbagai sektor.

Ke depan, perusahaan akan melanjutkan transformasi menuju Next Gen Tower Company melalui optimalisasi portofolio menara, percepatan pembangunan jaringan fiber optik, pengembangan solusi infrastruktur digital terintegrasi, serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan.

Dengan fundamental yang tetap terjaga, struktur keuangan yang semakin sehat, serta dukungan strategi Danantara Indonesia dan Telkom Group, Mitratel optimistis mampu mempertahankan pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat posisinya sebagai penyedia infrastruktur digital terdepan di Indonesia. Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham sekaligus mendukung percepatan transformasi digital nasional.