Logo Bloomberg Technoz

BPS: Kontraksi Tanaman Pangan Tekan Pertumbuhan Sektor Pertanian

Mis Fransiska Dewi
05 August 2026 16:40

Petani menanam padi di persawahan kawasan Tarumajaya, Kab. Bekasi. Jawa Barat, Rabu (14/8/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Petani menanam padi di persawahan kawasan Tarumajaya, Kab. Bekasi. Jawa Barat, Rabu (14/8/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan melambatnya pertumbuhan lapangan usaha sektor pertanian pada kuartal II-2026 disebabkan oleh sub-kategori tanaman pangan yang mengalami kontraksi.

“Lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan di triwulan II-2026 tumbuh melambat memang dibandingkan dengan triwulan I-2026, terutama dipengaruhi oleh sub-kategori tanaman pangan yang terkontraksi 4,32% [year-on-year/yoy],” kata M. Edy Mahmud, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS dalam rilisnya pada Rabu (5/8/2026).

Edy mengatakan bahwa penurunan ini terjadi imbas penurunan luas panen padi yang berdampak pada berkurangnya produksi padi setelah mengalami puncak di kuartal I-2026 yang lalu.


Menurutnya, pada tahun 2026 terdapat sedikit pergeseran pola panen padi. Apabila di tahun lalu puncak panen padi berada di kuartal II-2025, di tahun ini puncak panen berada di kuartal I-2026, sehingga terjadi penurunan panen di kuartal II-2026.

Sementara itu, Edy mengatakan jika  subsektor pertanian lainnya tumbuh cukup positif. Menurut data BPS sub-kategori peternakan tumbuh 11,57% yoy, perikanan tumbuh 6,86% yoy, kemudian hortikultura juga tumbuh 6,51% yoy, kehutanan tumbuh 6,02% yoy, dan perkebunan tumbuh 3,34% yoy.