Selain ACL, robekan meniskus juga menjadi cedera yang sering dialami saat berolahraga. Meniskus merupakan bantalan lutut yang berfungsi menyerap tekanan sekaligus membantu menjaga stabilitas sendi ketika seseorang bergerak.
Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Taufan Favian Reyhan, Sp.KO, mengatakan cedera tersebut biasanya terjadi akibat gerakan memutar lutut secara tiba-tiba ketika kaki masih menapak di permukaan.
"Robekan meniskus biasanya terjadi akibat gerakan memutar lutut secara tiba-tiba saat kaki masih menapak di permukaan. Robekan meniskus dapat menimbulkan nyeri, bengkak, hingga membuat lutut terasa terkunci atau sulit digerakkan.”
Penanganan Disesuaikan Tingkat Keparahan Cedera
Tidak hanya lutut, otot juga menjadi bagian tubuh yang rentan mengalami cedera ketika seseorang melakukan aktivitas fisik. Risiko meningkat apabila olahraga dilakukan tanpa pemanasan yang memadai atau terjadi peningkatan intensitas latihan secara mendadak.
“Cedera otot juga sering terjadi terutama jika seseorang melakukan aktivitas fisik tanpa pemanasan yang cukup atau meningkatkan intensitas latihan secara terlalu cepat. Cedera otot dapat berupa strain ringan hingga robekan otot yang lebih serius,” tambah dr. Taufan.
Penanganan terhadap cedera olahraga bergantung pada tingkat keparahan kondisi yang dialami pasien. Pendekatan terapi dapat dimulai dari penanganan konservatif hingga tindakan operasi apabila ditemukan kerusakan yang lebih berat.
Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Mayapada Hospital Surabaya, dr. Jiffaldi Arfian Maharaja Dinda Sedar, Sp.OT, mengatakan pasien dengan cedera ringan hingga sedang umumnya dapat ditangani melalui istirahat, fisioterapi, dan rehabilitasi.
"Kasus ringan hingga sedang umumnya ditangani dengan istirahat, fisioterapi, dan rehabilitasi, sedangkan kasus berat dapat memerlukan tindakan artroskopi atau rekonstruksi ligamen. Kemudian, pasien menjalani rehabilitasi yang komprehensif, mulai dari penguatan otot, latihan kontrol gerak, hingga evaluasi kesiapan untuk kembali beraktivitas atau berolahraga,” jelas dr. Jiffaldi.
Menurutnya, pada kondisi kerusakan sendi lutut yang sudah berat, termasuk osteoartritis stadium lanjut, tindakan Total Knee Replacement (TKR) dapat menjadi pilihan terapi. Prosedur tersebut didukung penerapan protokol Enhanced Recovery After Surgery (ERAS®) yang bertujuan membantu mempercepat proses pemulihan pasien.
“Sementara itu, pada pasien dengan kerusakan sendi lutut yang sudah berat, seperti osteoatritis stadium lanjut, tindakan penggantian sendi lutut atau Total Knee Replacement (TKR) dapat menjadi pilihan, didukung penerapan protokol Enhanced Recovery After Surgery (ERAS®) untuk membantu pemulihan lebih cepat. Karena itu, jangan abaikan nyeri, pembengkakan, atau rasa lutut yang tidak stabil setelah berolahraga. Penanganan sejak dini dapat meningkatkan peluang pemulihan dan mencegah kerusakan sendi menjadi lebih berat," tutup dr. Jiffaldi.
Bagi atlet, keberhasilan pemulihan tidak hanya diukur dari kemampuan kembali beraktivitas, tetapi juga kesiapan fisik dan fungsional untuk kembali bertanding dengan performa optimal. Oleh karena itu, proses return to sport memerlukan evaluasi yang menyeluruh agar risiko cedera berulang dapat diminimalkan.
Untuk mendukung proses tersebut, Mayapada Hospital menghadirkan Sports Injury Treatment & Performance Center (SITPEC). Layanan ini mencakup pencegahan cedera, diagnosis, pengobatan, rehabilitasi, hingga program pengembalian performa olahraga yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap pasien.
SITPEC didukung oleh tim dokter multidisiplin serta fasilitas penunjang seperti gym, Body Composition Analysis, dan pemeriksaan VO2 Max. Fasilitas tersebut membantu atlet maupun masyarakat yang aktif berolahraga dalam menyusun program latihan yang lebih aman, terukur, dan sesuai kondisi fisik.
Layanan tersebut juga terintegrasi dengan Orthopedic Center untuk menangani kasus cedera lanjutan, termasuk prosedur Total Knee Replacement menggunakan teknologi robotik VELYS™ Robotic-Assisted Solution dan penerapan protokol ERAS® di Mayapada Hospital Jakarta Selatan serta Mayapada Hospital Surabaya.
Sementara itu, Mayapada Hospital Kuningan juga menyediakan layanan advanced Total Knee Replacement menggunakan teknologi CUVIS Joint Robotic. Teknologi tersebut mendukung perencanaan tindakan secara otomatis serta pemantauan kondisi sendi secara real-time sehingga diharapkan dapat meningkatkan akurasi tindakan dan hasil operasi.
Masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai layanan kesehatan di Mayapada Hospital dapat mengakses Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, Emergency Call 150990, maupun aplikasi MyCare. Aplikasi tersebut juga menyediakan fitur Personal Health untuk memantau berbagai indikator kebugaran seperti detak jantung, jumlah langkah, kalori yang terbakar, hingga Body Mass Index (BMI).
(tim)































