Logo Bloomberg Technoz

To See Myself Clearly: Kisah Bangkit Kaylee Nicole Pangestu


(Dok. Ist)
(Dok. Ist)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Buku kumpulan puisi tidak selalu lahir semata-mata dari pengalaman personal penyairnya. Banyak karya justru berawal dari kegelisahan yang ingin dibagikan kepada orang lain. Hal itu pula yang melatarbelakangi Kaylee Nicole Pangestu menulis To See Myself Clearly, buku kumpulan puisi yang diterbitkan Insight Unlimited pada Mei 2026.

Bagi Kaylee, buku tersebut bukan sekadar karya sastra, melainkan rangkaian perjalanan untuk memahami dirinya sendiri. Di dalamnya, luka, kecemasan, harapan, dan pertanyaan mengenai identitas diri bertemu dalam bahasa yang jujur.

Keberanian Kaylee mempublikasikan karyanya muncul setelah puisi-puisi yang awalnya bersifat pribadi mendapat respons hangat dari teman, guru, dan orang-orang terdekat. Mereka menemukan pengalaman dan kegelisahan yang serupa dalam tulisan Kaylee.

Menghadapi Luka yang Kerap Disembunyikan


Melalui To See Myself Clearly, Kaylee tidak menawarkan jawaban pasti. Ia justru mengajak pembaca memasuki ruang-ruang sunyi yang sering disembunyikan karena takut dihakimi.

Dalam puisi berjudul My Roots Are Showing, misalnya, Kaylee menggunakan metafora rambut yang diwarnai untuk menggambarkan ketakutan ketika sisi rapuh seseorang mulai terlihat dan berpotensi tidak diterima oleh orang lain.

Artikel Terkait