Logo Bloomberg Technoz

Layanan Terpadu ACL Dorong Pemulihan Atlet Lebih Optimal


Ilustrasi (Dok. Mayapada Hospital)
Ilustrasi (Dok. Mayapada Hospital)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Aktivitas olahraga memberikan banyak manfaat bagi kesehatan, mulai dari menjaga kebugaran tubuh hingga meningkatkan kualitas hidup. Namun, di balik manfaat tersebut, terdapat risiko cedera yang dapat dialami siapa saja, baik atlet profesional maupun masyarakat yang rutin berolahraga. Cedera pada lutut dan otot menjadi salah satu masalah yang paling sering ditemukan karena dapat menghambat aktivitas dalam jangka waktu lama.

Cedera olahraga seperti Anterior Cruciate Ligament (ACL), robekan meniskus, hingga cedera otot kerap terjadi dalam hitungan detik. Meski proses terjadinya sangat cepat, pemulihan dapat berlangsung selama berbulan-bulan dan membutuhkan penanganan yang tepat agar fungsi tubuh dapat kembali optimal.

Dokter spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Subspesialis Cedera Olahraga dari Mayapada Hospital Kuningan, dr. Jafri Hasan, Sp.OT, Subsp.CO(K), menjelaskan bahwa cedera pada struktur lutut umumnya dipicu oleh gerakan yang melibatkan perubahan arah secara tiba-tiba, lompatan, maupun aktivitas berulang dengan intensitas tinggi.


"Salah satu cedera yang cukup serius adalah cedera ACL, yaitu cedera pada salah satu ligamen utama penyangga stabilitas lutut, yang terjadi akibat berhenti mendadak, berbelok cepat, atau pendaratan yang tidak stabil. Cedera ini ditandai bunyi atau sensasi "pop", nyeri, pembengkakan, keterbatasan gerak, dan lutut terasa tidak stabil,” jelas dr. Jafri.

Cedera ACL menjadi salah satu cedera yang paling ditakuti oleh atlet karena berpotensi membuat mereka harus menghentikan latihan maupun kompetisi dalam waktu lama. Bahkan, tidak sedikit atlet yang memerlukan proses rehabilitasi intensif sebelum dapat kembali ke performa terbaiknya.