Logo Bloomberg Technoz

Waspadai Stroke di Usia Muda, Kenali Gejalanya Sejak Dini


Ilustrasi (Dok. Mayapada Hospital)
Ilustrasi (Dok. Mayapada Hospital)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Stroke masih kerap dianggap sebagai penyakit yang hanya menyerang kelompok lanjut usia. Padahal, kondisi tersebut juga dapat terjadi pada usia muda, termasuk individu yang tampak sehat dan aktif menjalani aktivitas sehari-hari. Kondisi ini membuat deteksi dini menjadi langkah penting untuk mengenali risiko sebelum terjadi komplikasi yang lebih serius.

Gangguan pada pembuluh darah otak sering kali berkembang tanpa menimbulkan gejala yang jelas. Akibatnya, banyak orang baru mengetahui adanya masalah setelah stroke terjadi. Karena itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan, terutama bagi individu yang memiliki faktor risiko tertentu.

Dokter Spesialis Saraf Mayapada Hospital Tangerang, dr. Tri Wahyudi, Sp.N, FINS, FINA, menjelaskan bahwa stroke terjadi ketika aliran darah menuju otak terganggu akibat sumbatan maupun pecahnya pembuluh darah. Kondisi tersebut dapat menimbulkan kerusakan jaringan otak apabila tidak segera ditangani.

"Stroke pada usia muda dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, dan pola hidup kurang sehat hingga kelainan pada pembuluh darah otak yang tidak selalu menimbulkan gejala. Karena itu, seseorang tidak bisa hanya mengandalkan kondisi tubuh yang terasa sehat untuk menilai risiko stroke. Evaluasi sejak dini penting untuk membantu mengidentifikasi potensi gangguan dan menentukan langkah pencegahan yang tepat," jelas dr. Tri.

Menurutnya, faktor risiko stroke tidak hanya berasal dari penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi, tetapi juga dapat dipengaruhi kelainan pembuluh darah yang tidak disadari penderitanya. Oleh sebab itu, seseorang yang merasa sehat tetap perlu memahami kondisi kesehatannya melalui evaluasi medis.

Pemeriksaan kesehatan juga dianjurkan bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan stroke. Langkah tersebut bertujuan membantu dokter mengidentifikasi risiko lebih awal sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan sesuai kondisi masing-masing pasien.

Salah satu pemeriksaan penunjang yang dapat digunakan untuk mengevaluasi pembuluh darah otak adalah Magnetic Resonance Imaging (MRI). Pemeriksaan ini mencakup Magnetic Resonance Angiography (MRA) untuk menilai kondisi pembuluh darah arteri dan Magnetic Resonance Venography (MRV) untuk mengevaluasi pembuluh darah vena.

"Melalui MRA, dokter dapat membantu mendeteksi penyempitan, sumbatan, maupun kelainan pada pembuluh darah arteri yang berpotensi meningkatkan risiko stroke. Sementara itu, MRV membantu mengevaluasi gangguan pada aliran darah vena otak yang dapat berkaitan dengan berbagai kondisi neurologis," ujar dr. Tri Wahyudi.

Hasil pemeriksaan MRA dan MRV memberikan informasi yang dibutuhkan dokter untuk menilai tingkat risiko stroke pada pasien. Dari hasil tersebut, dokter dapat menentukan strategi pencegahan maupun terapi yang paling sesuai berdasarkan kondisi klinis masing-masing individu.

Pemeriksaan Dini Tingkatkan Peluang Pencegahan Stroke

Dokter Spesialis Saraf Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Sheila Agustini, Sp.S, menilai pengendalian faktor risiko tetap menjadi bagian penting dalam mencegah stroke. Namun, upaya tersebut perlu disertai evaluasi kesehatan yang menyeluruh agar risiko dapat dikenali lebih dini.

"Semakin dini faktor risiko dikenali, semakin besar peluang untuk mencegah terjadinya stroke. Karena itu, pemeriksaan dan evaluasi kesehatan perlu dipertimbangkan terutama pada individu yang memiliki faktor risiko maupun riwayat keluarga dengan stroke," imbuh dr. Sheila.

Deteksi dini memungkinkan berbagai gangguan pada pembuluh darah otak diketahui sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih berat. Dengan demikian, langkah pencegahan maupun pengobatan dapat dilakukan lebih cepat sehingga peluang terjadinya komplikasi dapat ditekan.

Untuk mendukung layanan tersebut, Mayapada Hospital menghadirkan Tahir Neuroscience Center yang menyediakan layanan komprehensif bagi pasien dengan gangguan saraf, otak, dan tulang belakang. Layanan ini mencakup deteksi dini, diagnosis, neurointervensi, bedah saraf, hingga neurorehabilitasi.

Penanganan pasien dilakukan melalui kolaborasi dokter dari berbagai disiplin ilmu, termasuk dokter spesialis saraf, bedah saraf, radiologi, serta spesialis terkait lainnya. Pendekatan multidisiplin tersebut bertujuan memastikan pasien memperoleh diagnosis dan terapi yang sesuai dengan kondisi medisnya.

Sebagai bagian dari penguatan layanan stroke, Mayapada Hospital Jakarta Selatan telah memperoleh akreditasi Joint Commission International (JCI), yang menjadi standar mutu dan keselamatan pasien bertaraf internasional. Rumah sakit ini juga menyandang status Stroke Ready Hospital karena memiliki kesiapan layanan terpadu untuk menangani pasien stroke.

Fasilitas tersebut didukung layanan Stroke Emergency selama 24 jam setiap hari, tim dokter multidisiplin, perangkat diagnostik yang lengkap, serta alur penanganan yang dirancang agar pasien memperoleh terapi dalam waktu secepat mungkin.

Pada kasus stroke iskemik atau stroke akibat sumbatan, rumah sakit menerapkan standar door-to-needle kurang dari 60 menit. Penanganan dilakukan melalui tindakan trombolisis, trombektomi, maupun operasi pada pasien yang membutuhkan intervensi segera.

Selain layanan medis, masyarakat juga dapat memperoleh informasi mengenai layanan Mayapada Hospital melalui Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, Emergency 150990, maupun aplikasi MyCare. Aplikasi tersebut menyediakan fitur Personal Health yang membantu pengguna memantau detak jantung, jumlah langkah harian, kalori yang terbakar, hingga Body Mass Index (BMI).

Dengan meningkatnya kasus stroke pada kelompok usia produktif, para dokter mengingatkan bahwa menjaga pola hidup sehat saja belum tentu cukup untuk menilai risiko penyakit. Pemeriksaan kesehatan dan evaluasi pembuluh darah otak, khususnya bagi individu dengan faktor risiko atau riwayat keluarga stroke, menjadi langkah penting agar potensi gangguan dapat dikenali sejak dini dan peluang pencegahan semakin besar.