Logo Bloomberg Technoz

KSSK: Fiskal-Moneter RI Q2-2026 Terjaga di Tengah Konflik Global

Mis Fransiska Dewi
03 August 2026 16:05

Anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam Press Conference Hasil Rapat KSSK, Senin (3/8/2026) (Bloomberg Technoz/ Mis Fransiska)
Anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam Press Conference Hasil Rapat KSSK, Senin (3/8/2026) (Bloomberg Technoz/ Mis Fransiska)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut bahwa kondisi fiskal dan moneter Indonesia masih terjaga. Meski demikian, pemerintah masih mewaspadai gejolak perekonomian global yang terjadi pada triwulan II-2026. 

"Tekanan eksternal kembali meningkat seiring eskalasi konflik geopolitik, kenaikan harga energi tinggi, volatilitas pasar keuangan global, serta tekanan terhadap nilai tukar dan arus modal. Namun demikian, perekonomian domestik masih menunjukkan ketahanan, tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang tetap solid, dan ketahanan sektor keuangan yang terjaga," kata Purbaya dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala KSSK, Senin (3/8/2026).

Purbaya menyebut bajwa kondisi tersebut mendorong terjadinya inflasi dan mempersempit ruang pelonggaran kebijakan moneter, terutama di sejumlah negara maju seperti Amerika Serikat.


Selain itu, ekspektasi kenaikan Fed Fund Rate juga memberi andil terkait dengan risiko kenaikan inflasi ditambah dengan ketidakpastian arah kebijakan perdagangan dan fiskal yang turut menahan sentimen bagi para pelaku pasar.

Sementara itu, Purbaya menyebut bahwa  di pasar keuangan, volatilitas masih cukup tinggi dan perilaku flight to safety kembali menguat tercermin dari penguatan dolar AS, kenaikan hasil obligasi, serta tekanan terhadap aliran modal di negara berkembang.