Logo Bloomberg Technoz

Purbaya juga mengatakan bahwa ancaman global kembali mengintip seiring dengan berlanjutnya konflik Amerika Serikat melawan Iran. Meski arus lalu lintas di Selat Hormuz sempat membaik setelah interim deal di pertengahan bulan Juni, konflik kembali memanas di akhir Juni.

Purbaya juga mengutip publikasi IMF yang memperakirakan pertumbuhan ekonomi global sebesar 3% year on year pada tahun 2026 sedikit lebih rendah dibandingkan proyeksi April 2026 sekitar 3,1% year-on-year di tengah inflasi global yang kembali meningkat. 

“Ekonomi Indonesia pada kuartal kedua tahun 2026 diperkirakan tetap tumbuh kuat di tengah tantangan ekonomi global,” kata Purbaya.

Ekonomi Domestik Terjaga

Purbaya menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga ditopang oleh daya beli masyarat dan juga konsumsi masyarakat. Hal ini didukung pula oleh Anggaran pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang memiliki peran sebagai shock absorber.

Langkah ini terutama dilakukan melalui dorongan efektivitas program perlindungan sosial, stabilisasi harga pangan dan energi, penciptaan lapangan kerja serta stimulus pada periode libur sekolah.

“Investasi diperkirakan tumbuh kuat ditopang oleh proyek-proyek hilirisasi menilai tambah tinggi dan pembangunan infrastruktur pada program prioritas pemerintah,” kata Purbaya.

Sementara itu, konsumsi pemerintah diperkirakan tumbuh positif sejalan dengan kecepatan belanja program prioritas pembayar gaji ke-13 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan penyaluran bantuan sosial.

Purbaya juga menyebut koordinasi kebijakan antara pemerintah dan BI terus diperkuat dalam menjaga kecukupan likuditas perekonomian dan perbankan.

“Ini tercemin dari pertumbuhan uang primer yang tinggi sepanjang triwulan II dan berlanjut tumbuh 15,4% pada Juli minggu ke III-2026 dan fungsi intermediasi perbankan yang semakin baik,” katanya

Purbaya memaparkan, aktivitas manufaktur sempat termoderasi pada akhir triwulan II-2026, namun kembali melanjutkan ekspansi pada bulan Juli 2026 dengan PMI manufaktur di level 50,2 menunjukkan pemulihan optimisme pelaku usaha.

“Kedepan sinergi kebijakan antara lembaga anggota KSSK akan terus diperkuat guna menjaga keberlanjutan momentum pertumbuhan. Dengan sinergi kebijakan tersebut pertumbuhan ekonomi untuk keseluruhan tahun 2026 diperkirakan berada dalam kisaran 5,6-6% year-on-year,” katanya.

(ell)

No more pages